Stuck in My Office
And here I am, ditemani internet (thank god) dan e-mail2 suamiku yang (kadang2) ga penting :) Thank you baby..
Can't Wait
This event is sponsored by my darling husband.
Damn Good News
* Gaji suamiku naik dua kali lipat mulai bulan depan. Tadi malem..
[bayangkan conversation ini saat gw bicara dengan merdu merayu sementara suami gw datar - datar aja cenderung dingin]
"Ki... bulan ini boleh yaa aku nggak nabung dulu."
"Kenapa?"
"Kan kamu mau naik gaji, pasti nafkahku bertambah dong. Aku pingin belanja ya? Beli baju kantor, sepatu - sepatu baru, hmm.. yah, barang cewek lah."
"Boleh. Sebelum kita diribetin sama urusan KPR, kamu bersenang - senang lah."
Yippiiiieeeeeeeeeeeeeeeee !!!
Not So Lazy Sunday
Pagi, jam 9:00 ke rumah Dieng dulu ngambil hp gw yang ketinggalan waktu gw ngambil foto di rumahnya. Abis itu langsung ke Blitz Megaplex buat ketemuan sama Anna. Kami berdua, wetche – wetche ntn Sex and The City, sedangkan suami gw (yang ga mungkin banget ntn SATC) memilih untuk ntn Incredible Hulk. So kami pesan tiket jam 11:30 untuk SATC, 12:00 untuk Hulk dan 14:45 untuk Kungfu Panda (without Anna, dia dah ntn).
Well, gw mau review soal SATC dulu deh.
Hmm.. for me, SATC is SATC. I still laugh sama jokes – jokes typical mereka. Ternyata cewek2 new yorkers ini masih juga berusaha mencari bentuk cinta (kecuali Charlotte yang stating that she’s happy everyday in her marriage life). Well, ini dia nih hal – hal yang catch in my mind setelah ntn film itu.
* [Miranda] You cannot expect to have a happy marriage when you’re healthy, young and sexy and your last sex is 6 months ago.
* [Miranda] You change for the one you love and you expect that your significant other changes for you too. Whatever it is, don’t compete to score. I just do what he likes when I like it.
* [Samantha Jones] I love you, but I love me more. Get that right, bitch.
Yah, tapi so so lah, Cuma parade baju2 keren aja. Dan gw rasa ga bakalan ada sequelnya tuh. Emang mau dibikin apa lagi? Carrie hamil? Hahahahaha
Yang kedua ntn Kungfu Panda sama suamiku. Ni pilem bener bener kocak! Recommend it! Tapi, sama kayak gw garing ntn Finding Nemo lagi, pilem ini hanya cocok ditonton sekali, di Bioskop. Sempet mampir ke Mark And Spencer nyari stocking Sun Tan, yang tampaknya dah ga mereka produksi lagi. Mampir Nine West. Mampir Giordano. JUST TO HAVE MYSELF EMPTY HANDED.. Arrrghhh... Pulangnya makan dulu di food court trus buru2 ngejar dinner sama Bapak – Mama gara2 ada yang mau diobrolin.
Well, dinnernya quite santai dan ga setegang yang kita pikirin. Kami berdua mengajukan metode financing pembelian rumah kami tetapi ternyata Bapak – Mama ga bisa meluluskan proposal kami itu. Kami ga kecewa sih, bagaimanapun kami bertanya hanya untuk melihat kami punya opsi apa saja untuk membeli rumah. Aku sampai harus mengingatkan suamiku untuk “Bilang sama mama yaa supaya jangan dipikirin. Kita kan Cuma nanya. Kalo ga boleh ya gpp.”
Habis makan malam kami ke rumah Mas Nope. Rencananya sih mau jemput keponakanku si Ravino yang mau nginep di Cilandak gara2 nanny nya lagi pulang kampung. Disana ada Bapak dan Ibu Sudasari yang lagi nengokin karena Mas Nope baru kemalingan laptop kantornya. Yang mana rada aneh krn rumah kosong, tipi dan hp bergeletakan dan laptop satunya lagi juga ada tapi yang diambil Cuma laptop kantor. Ravino ga mau dijemput jadi kami memutuskan untuk jemput dia lagi hari Senin pagi.
Hectic Weekend
Jam 10:30 ke Mbak Wina buat ngambil jahitan. Baju yang pink oke banget, yang ijo jaitannya agak berantakan, jendal jendul dimana2 gitu lho. Ya gpp lah, namanya juga trial ngejait dan dia prompt kok. I mean, tepat waktu. Gw bisa berkompromi soal kualitas jait asal penjahit gw patuh sama timeline yang dibuatnya sendiri.
Jam 11,:00 berangkat ke rumah Dieng di Kampung Tengah buat ngambil foto2 nikahan yang mau gw bagi ke sodara - sodara.
14:00 Pulang dari tempat Dienk dah jam dua nyampe cilandak. Gw nyalon dulu secaraaaa sodara2, gw ga pede juga buat kondangan dengan rambut setengah keriting dan setengah sisa smoothing-an. Ngerti kan? Rambut yang atasnya keriting bawahnya lurus jegrek, kayak jamur. Mau dipotong nanggung, mau di smoothing lagi, ga boleh sama suami gw. Akhirnya kita ke Dinda Salon di Dapur Susu. Murraahhh.. Aku nata rambut (sanggul rambut sendiri) cuma 35rb rupiah sahaja. Tambah gratis lima biji mutiara2an buat nambah warna di rambut gw.
15:00 Selesai dari salon, rada panik soalnya acara Pak Eko jam 3-5 sore di Tangerang. Pulang ke rumah, mandi, beres2 ganti baju dlsb, kita baru berangkat jam 15:30. Oke, selalu lewat tol, sayang. Kami ikuti tuh peta yang ada diundangan. Luruuusss terus sampe ketemu Perumahan Citra Raya. Harusnya ga jauh dari situ jalannya mentok lalu kami belok kanan. hmm.. hmm.. lho, Citra Raya nya dah lama lewat kok ya ga mentok2? Oke, jangan patah semangat, kita teruskan saja perjalanan kita. siapa tahu petanya ngaco. hmm.. hmm.. mulai kesel, udah jam 5 iniihhhh... he's still driving, jalanan masih lurus. Lhhhohhhhhhhh kok ketemu pintu tol Balaraja???
OK. THAT'S IT!! Mana suami gw mulai rewel (capek nyetir + belum makan siang sementara ini udah jam lima lewat limabelas). "Cari makan!" bapak ndut itu merajuk. "Oke, kita puter balik, tadi rasanya ada tempat sate kambing." Nah, ada cerita lagi nih, suami gw itu paling anti makan sate kambing yang kambingnya ga digantung. Untungnya beberapa menit perjalanan ke belakang gw ngeliat daging kambing lagi digantung di kaca sebuah warung sate berwarna ijo. Kami akhirnya putar balik buat nyari2 warung itu. Luckily, we found it.
It's Sate Pusaka Cikupa, Tangerang. Kita langsung tahu kalau itu warung sate yang enak karena size warungnya gede padahal dia terletak di daerah pabrik Cikupa lho. Itu cuma berarti satu, warungnya laris sehingga dia butuh space yang besar untuk menampung ekesekutif pabrik yang kerja di sekitar situ. Kata suamiku, "Yeah, habis makan kambing, banging buruh2 pabrik yang bispak." hahahahhaa... And it was enak. Aku pesen sop kambing (as always) sama duapuluh tusuk sate kambing buat suamiku (aku dibagi lima tusuk, cihuy). Ngobrol2 sebentar, lalu kami melanjutkan perjalanana.
18:00 Melanjutkan perjalanan pulang ke Jakarta. Jam 19:00 kami ada undangan nikahan teman SMU kami Yunita Aditya (selamaaattt) di Masjid Baiturrahman. Ketemu temen2 SMU, Dita Andam yang sangat - sangat kurus (iriiiii pdhl dulu lebih ndut dari akyuu), tegrex yang ndutz dan lainnya (yang masih gitu2 aja hehehe). Dekorasinya keren banget, kebaya Yunita juga keren banget. Cuma satu masalahnya, ga tau gw yang over sensitif atau gimana, tapi siomaynya rada gatel.
21:30 Nyampe rumah lagiiiiiii... Senangnyaaaa...
Satu hal yang gw syukuri dari perjalanan melelahkan hari ini. Suami gw emang super banget! Dia yang biasanya rewel kalo nyetir dan laper malah manissss banget. Kita malah ketawa2 dan bersenda gurau sepanjang jalan. Malah dia ngebolehin gw bete padahal "Kamu ga berhak bete, yang capek nyupir dan laper kan aku." hihihi.. kasian suamiku. Malamnya, aku memutuskan untuk 'menghibur' bapak ndut nan lutchu itu :D
Ga Penting
Ohhh.. mengapa???
Saat Nine West lagi diskon gwedheeee dan HSBC credit card memberikan extra diskon 10%; mengapaaa kartu plastikku itu rusak dan kartu penggantinya masih on the way?
Saat suamiku sayang mengatakan akan membelikan alas kaki Nine West itu, kok semua yang gw mau cuma diskon 20%?
Mengapaaaaaa???
Pengkhianatan Terhadap Dr. Bambang Sukmadi , Sp.THT
Pagi:
Dadar telur (masih panas, minyaknya belum turun) + abon wasabi
Siang:
Urap + balado ekor tongkol + frestea dingin
Plus desert dua potong es krim Campina Hula hula rasa Kacang Hijau.
Sore:
Comro panas baru selesai digoreng 6 potong + rawit gendut2 ukuran 2,5cm (satu gigitan berbanding lurus dengan satu rawit)
Malem:
Lalap daun pepaya, nebeng sambel terasinya mama.
Ohhh... dalam sehari aku telah melakukan pengkhianatan terhadap pepatah dokter Bambang. Entah kapan gw bakalan sembuh. Padahal obat dah hampir abis tapi masih uhuk uhuk, mana skr si Finca ikut2an ketularan.
Not In My Mind Right Now
Barusan ada orang yang ngeliat gw makan cheese cake dan dia bilang, "Inget badaaannn! Ntar susah punya anak lho."
Apa hubungannya? Dan dia cuma memberikan premis tak berdasar mengenai Hughes yang belum punya anak juga. Bah! Mau gendut, mau kurus kalo emang belum rejekinya juga ga bakalan hamil.
Lagipula ya, dia harus tahu bahwa gw menikah dengan suami gw is because I am head over heels in love with him. Gw ingin hidup berbahagia, mengetahui bahwa orang yang gw sayang akan selalu bersama gw, in any condition. Tujuan pernikahan gw bukan untuk meneruskan garis keturunan. Baby would be a great addition, but not mandatory.
And sex must be fun, ga usah terbebani dengan pikiran "I gotta get pregnant, F-A-S-T." Baru juga gw dua bulan merit, ribet banget sih dengan rencana punya anak.
Kalau ada yang ingin menyuruh saya diet demi mendapatkan anak, mohon hubungi saya lima tahun lagi.
Disco Lazy Time, Lazy Sunday
Tagihan CC BCA suamiku baru dateng, as usual, BCA kan nyelipin beragam promo dan ada tiga yang menarik perhatian kami.
Special Price Sol Elite Marbella
Studio Room: Rp. 550,000 on weekday
Studio Room: Rp. 750,000 on weekend
Deluxe Suite: Rp. 800,000 all week
Brought to you by BCA Credit Card. Valid through August 31, 2008. Syarat dan ketentuan berlaku
Sari Ater Hot Spring Resort Special Discount
40% all room on weekday
25% all room on weekend
10% F&B for transaction above Rp. 200,000
2 tiket rekreasi gratis untuk pemegang Kartu Kredit BCA.
Brought to you by BCA Credit Card. Valid through Nopember 30, 2008. Syarat dan ketentuan berlaku
25% discount for all F&B in Kinara - Cuisines of India. When my husband showed the ad, I just asked him one question, "Ready to get diarrhea, babe?" He said, "Why not?" As if he challenged my sense of culinary adventure.
This is just 12 noon and we [might] will do
1. Cut my husband hair at Royal Pax - Wijaya Grand Center
2. Buy bread at Cosmo Bakery - Wijaya Grand Center
3. Have late lunch (or dinner) at Kinara - Kemang
4. Anterin koper ke adik Mellone supaya ia bisa segera mberesin barang2 nya di calon mantan kosan gw ituh.
Durian Medan Di Mangga Besar
Mampir lagi ke Fleet Procurement untuk ketemu Bu Nelly Mintarso, sekedar ngobrol aja. Ternyata desye baru landing dari Medan terus ngajakin anak2nya makan Durian Medan di Mangga Besar. Katanya baru dapet rejeki penjualan ratusan pohon jatinya yang di Bogor. Sip deh, Bu. Pulang kantor langsung tenggo naik Altisnya Bu Nelly yang masih aja suka grogi gw naikin (itu lho yang kaca spionnya bisa nutup sendiri heuheueheu).
Mendengar kata Mangga Besar, yang terbayang adalah deretan warung - warung tenda yang jualan Sate Biawak, Sop Ular, Abon Buaya, Darah Ular, Empedu Ular sama berbagai jenis jajanan Extreme Kuliner itu. Lewat aja dah bikin gw stress.

Nah, ternyata bener kan, itu dia Mangga Besar yang dimaksud. Yang kalau malam penuh dengan jablay - jablay lagi jualan didepan tempat pijet dan hotel - hotel bintang tiga yang bertebaran disana. Kadang jablay nya nongkrong di tempat duren lho. Nah, tempat kita makan durian itu letaknya kira - kira 20 meter setelah tempat pijat OASIS (dari arah Juanda) atau kira - kira sebrangan sama Lokasari. Kita pergi rame - rame berdelapan dan makan 15 kepala buah durian. Itu artinya satu orang rata - rata makan dua buah durian. Gila ya!
Bu Nelly senengnya yang pahit, yang kadar alkoholnya udah rada 'nendang'. Kalo gw sih lebih seneng yang manis dan lembut. Walaupun cuma durian lokal, beneran deh, rasanya itu jauuuhhh lebih enak daripada durian monthong yang tebel banget dagingnya itu. Harganya juga kalo menurut gw lumayan murah meriah. Cuma Rp. 25,000 per kepala (rata - rata isinya 8 biji) dan itu udah cukup buat bikin kita mabuk kok. Pulangnya Bu Nelly nawarin semua orang buat bungkus, gw ga bawa, soalnya bingung juga siapa yang mau makan. Suami gw jelas bisa mendelik2 kalo mencium istrinya bau duren :)
Kaget
Istri: [Hiaaattt] Hah? Baby! Jam enam kurang sepuluh
Suami: [Ciaaattt, lompat dari tempat tidur] Oke, aku mandi
Istri: [Ga kalah semangat] Aku beresin tempat tidur
Jam 6:15 dah siap berangkat. Fiuuuhhh...
Perjalanan Ke Rumah Sakit Pusat Pertamina
Tanggal 4 Juni mertua saya yang wanita berulang tahun yang ke 62. Saya menghadiahi beliau bukti kegagalan memberikan cucu baru untuknya, alias menstruasi. Saat itu saya diare saya sudah sembuh, entah obat apa yang diberikan suami saya tapi memang terbukti tokcer. Apalagi mengingat diare saya yang tiga minggu tidak sembuh sembuh pasca lebaran tahun 2007 kemarin. Saya bersyukur sekali kali ini hanya dua hari saja diare yang saya alami.
5 Juni saya memutuskan mengambil cuti haid because I know what's gonna happen in my fisrt mens day. Saya merasakan meriang saya yang pertama. Pagi - pagi saya merasakan nyeri ditenggorokan, batuk - batuk lalu terbentuklah radang tenggorokan yang menyiksa itu. Malamnya saya demam lengkap dengan pilek yang akhirnya membuat saya terpaksa bernafas melalui mulut yang lalu memperparah radang tenggorokan yang saya alami.
6 Juni saya memutuskan ke Tria Dipa untuk berkonsultasi pada dokter. Tekanan darah 90/60, suhu badan 37 derajat. Dokter Manu yang baik hati lantas menasihati supaya saya banyak olahraga. Langsung dokter itu saya semprot dengan mengatakan bahwa saya aerobik seminggu dua kali (padahal bolos terus dua bulan terakhir ini). Dokter yang tulisan tangannya bagus itu (ga pantes jadi dokter) lalu meresepkan antibiotik, Fluimucil untuk batuk berdahak, obat demam dan obat pilek. Saya ke kantor sebentar, urus2 sesuatu lalu pulang dan tidur.
7-8 Juni. Weekend. Dirumah saja. 8 Juni family brunch buat merayakan ulang tahun mertua saya. Setiap malam meriang.
9 Juni. Masuk kantor seperti biasa. Malamnya demam tinggi sampai 39 derajat. Minum decolgen 2 butir, tak lama kemudian suhu tubuh menurun.
10 Juni. Ijin pagi mau ke rumah sakit. Tadinya saya mau ke Tria Dipa saja tetapi berhubung disana tidak ada dokter THT yang praktik pagi, akhirnya saya memutuskan untuk pergi ke RSPP saja. Pukul 08:00 saya tiba disana, mendaftar dan membayar sebesar 17orb untuk biaya konsultasi dokter. Saya urutan kedua, lalu duduk manis menunggu panggilan. Pukul 09:00 lho, kok tidak ada yang dipanggil? Ternyata dokter sedang operasi dan akan selesai satu jam lagi. Fine. Saya mengantuk jadi memutuskan untuk tidur di mobil saja. Pukul 10 belum datang juga. Akhirnya saudara saudaraaa,,, setelah kesal sekali dengan bu suster, Dokter tersebut baru datang pukul 11:30
Didalam, dokter yang ternyata baik hati itu hanya menangani saya dalam waktu satu menit lalu saya diminta test darah. Setiap malam meriang adalah pertanda saya kena tipus atau dengue. Saya turun ke lantai 1 lalu diminta membayar biaya lab sebesar Rp. 406,000. Reaksi saya langsung, "Wat da fak???" Di Tria Dipa tes darah semacam itu cuma 80rb sajaaaaaaaaaaaaaaa. Oke, untung ada uang. Saya bayar tapi tetep kesal. Saya diambil darah dua tube, padahal cuma mau test dua jenis penyakit itu. Hasilnya berapa lama mbak? Inget ditunggu meeting di ktr jam 13:30. "Satu jam. Eh, dua jam deh mbak." Heh, lama amat? Di Tria Dipa cuma 15 menit, paling lama.
Saya memutuskan untuk makan siang dengan Bang Wawan driver saya lalu duduk manis depan loket lab. Jam 13:00 saya tanya apakah sudah selesai? Belum. Saya tunggu lagi. Jam 13:30 tidak ada panggilan, saya tanya lagi. Sudah selesai? Sudah. Oh boy, kasih tau kek dari tadi. So I took it, had it delivered to the doctor. Kurang dari satu menit, dikasih resep deh. Turun lagi ke bawah buat ke apotik, ternyata obat - obatan itu menghabiskan dana sekitar 385rb.
Hebatnya, hanya ketemu dokter THT kurang dari 5 menit, saya sudah harus menghabiskan dana hampir mencapai 1 juta rupiah.
AKhirnya ke kantor, meeting satu jam lebih, pulang, tidur.
Moral of the story, kalo batuk + demam, mendingan beli vicks + decolgen saja.
Updates.. updates...
Okay, bagian terburuknya adalah bis ini cuma lewat empat puluh menit sekali. Jadi, kalau gw lari2 jam 5 tepat begitu mars Sera terdengar, ikut anjem ke plumpang, nah gw bisa ngejar yang jam 17:30. Otherwise, jam 18:10. Anyway, akhirnya kalau gw terpaksa pulang jam lebih malem, mendingan malem sekalian.
* My mom in law ulang tahun tanggal 4 Juni kemarin. Ga ngasih kado apa2, binun.
* Kamis cuti haid, Jumat kemarin malah sakit, jadinya males kemana2. Mau liat rumah juga ga jadi. Tapi diorderin pizza sama suamiku. Senangnyaaa...
* Barengan Finca ikut seminar gratis di Kawan Lama. Pulang jam 1, bukannya balik kantor malah makan cake di Imperial Cakery Setiabudi One. Ceritanya mau beliin cake buat mama tapi kok Chocolate Sexy nya tak terasa seksi sama sekali.
Itu dulu deh, masih batuk2 nih dan kynya perlu ke dokter THT karena gw punya perasaan bahwa ada flek di paru2 gw.
Subscribe to:
Posts (Atom)




