Ke Dokter Lagi, 23 Weeks
AC (lingkar kepala): 15,83 cm - 21W0D
BPD (diameter kepala): 5,49 cm - 22W5D
EFW (estimated fetal weight) : 457 gram - 21W5D
FL (panjang tulang paha): 3,94 cm - 22W5D
Nah kaann.. gw bilang juga biasanya si tulang paha itu yang paling ngikutin umur (mungkin pertanda anak gw bakalan tinggi. amiiinnn.. ) tapi pengalaman dari taun lalu, gw ga tlalu concern juga dengan yang seperti ini. toh anna juga statnya ketinggalan dua minggu pas lahir beratnya 3,3. Jadi santai aja. Oh yaa.. total penambahan BB sampai minggu ke 23 = 4,5 kilo. Hampir mau cemberut tuh dokter alwin pas gw liatin taun lalu di week 20-21 gw cuma nambah berat 2 kilo jadi yah.. gitu deh hehehe.. Ow yaa.. tekanan darah normal 110/70 trus hasil labnya juga udah keluar. Ternyata kadar gula darah gw rendah kok bahkan untuk ukuran orang puasa.
Dia bilang, nanti kita monitor terus yaa. Sering2 tes gpp kan? Ya gpp, wong harga tesnya cuma 39rb. Gw juga jadi mikir mungkin kadar gula gw meningkat drastis di bulan ketujuh krn taun lalu gara2 Anna di statnya rendah, gw banyak banget konsumsi kalori, including es kelapa muda secara rutin ditambah es krim (tengah malem aja bisa buka mini cornetto). No wonder, gw bisa naik 12 kilo dalam 3 bulan. Parah. Taun ini gw berkomitmen untuk ga panik. Biarin kecil juga lahirnya, kl menilik bapak ibunya anak gw tampaknya ga bakalan kecil kok nanti gedenya hehehe..
Gw bilang, rasanya ingin ini cepat berakhir deh, Dok.. Bukan berakhir.. tapi selesai.. Oh iyaa.. Habis rasanya semua excitement terpendam dalam bumi sampai kami bisa lihat anaknya safe and sound. So be healthy ya Baby..
Steak Night
The 526 posts in this blogs should've hinted you about that fact. We're not hip and cool, we're just boring odd people and I don't even understand why some people interested in reading the blog. LOL.. Walaupun temen2 didunia nyata ga ada yang tau tentang blog ini, but it's really nice to make some new friends online.. and hopefully offline..
Oke.. so we're homey and boring people. Jadi urusan pingin makan steak pun dilakukan dirumah. Tadi pagi suami gw minta ke Giant deket rumah buat beliin daging. As usual, as an economical family, gw bilang, "Daging apa aja yang lagi diskon." hehehe.. Hets, jangan merendahkan ya.. I stopped buying daging di pasar months ago. Menjadi ibu rumah tangga mengajarkan ke gw, bahwa daging semurah apapun di Giant tetep lebih mudah empuk dibanding daging di pasar. For instance, daging tetelan yang harganya paling murah dipasar berkisar 40-45 rb sekilo, not mention has dalam yah yang bisa 70-100rb. Bandingkan dengan daging rendang yang tadi dibeli cuma 32 rb sekilo (again, diskon).
Bukan cuma soal harganya, tapi juga kecepatan masaknya. Daging tetelan itu kalau mau empuk mesti dimasak 2-3 jam di api kecil sementara si daging diskon dalam 1/2 - 1 jam juga udah bisa empuk (banget). Selain lebih murah, juga lebih hemat gas. Nah.. krn kecepatan empuknya itu, gw jadi berpikir untuk beli sekilo daging diskon buat gw masak steak. Kebetulan sebulan yang lalu, Bapak, yang terkenal bikin mama cemberut gara2 doyan beli Chinese housewares yang ga jelas merk dan kegunaaannya, tiba2 menghadiahkan anak2nya masing2 sebuah Happy Call, wajan anti lengket seharga 700rb yang bisa dipake bolak balik. No! Bukan bagian pant*tnya yang dipake, silly!..
Jadi tadi pagi gw bumbuin dagingnya. Jangan tanya! Gw lupa masukin apa aja kesana hehehe.. biasaaa.. eksperimen. Habis magrib, gw goreng kentang. Trus rebus brokoli bentar, iris tipis bawang bombay muda, keluarin mayo, thousand island, tabasco dan segala persausan and off my husband in action. Masak. As it turns out, berhubung orang2 Giant (duh, gw jadi promosiin Giant ga sih?) itu mungkin punya ilmunya, potongan serat daging mereka bagus banget. Jadi walaupun cuma dimasak 5-10 menit di Happy Call, dagingnya seempuk has dalam yang biasa dibeli Mama di Sampoerno, Mayestik. Dan gw puas.. dengan modal 50rb aja bisa makan daging steak sekilo. Abuba kalah deh. Kalau ky gini mah, bisa sering2 hehehe.. *oh kolesterol, janganlah mendekat dahulu sebelum 40tahun
Sekian tips dapur kali ini. Sampai jumpa lain waktu!
Different Souls
Tukang ojek gw ini bilang.. "Bu.. ibu pasti anaknya cewe." Hah? Kenapa, Mas? "Soalnya pantatnya maju." Set dah, masih sempet2nya merhatiin pantat gw. Trus ngobrol2 apalagi gituu.. sampe terakhir dia bilang, "Apalagi yang kmrn cewe. Biasanya kalau anak meninggal dia ngejar Bu.. Pingin masuk lagi jiwanya."
Oke.. konsep yang aneh, tapi gw cuma terdiam. Though We'd be really happy to have another girl, I think the baby isn't Anna. They have different souls and attitudes. For example, this one isn't kicking when I'm cooking. Anna.. rewel banget kl gw masak. I crave.. crave.. for meat now. I shop a lot. I love colors. It's all different and that's fine. Mungkin itu sebabnya gw ga expect akan menjalani hal yang sama dikehamilan kali ini. How many times that I say every pregnancy is unique. Kemarin waktu Fani ngadain survey dan ditanya apa bedanya kehamilan kali ini dan yang kemarin, gw bilang sama aja. Karena setiap kehamilan itu berbeda, just because the first one ended sadly, doesn't mean this one will too.
Suami gw bilang, apapun yang terjadi, ini akan jadi kehamilan kamu yang terakhir and I agree. I mean if we lose this one, I'm not sure I'm willing to try again. Maybe kami tinggal kerja keras buat ngelunasin rumah dan pergi ke Eropa tiap tahun hehehe.. Atau menambah koleksi anjing dan kucing dirumah buat disayang2. Trus gw juga nanya, "Kalau anaknya cewe lagi gimana?" I mean laki2 kan biasanya penting banget tuh meneruskan nama keluarga atau ada yang bela2in poligami buat nyari anak cowo. Padahal yah, yang nyumbang kromosom Y nya kan suami. Kl emang ga bisa bikin anak cowo, ya salahkanlah suaminya
Jadi seperti yang pernah gw katakan, we never expect to have Anna's replacement this time. If we have another baby, it will be her brother/ sister. So let them be different souls.
The Turning Point
Alright, as far as I know, she's just talking to me. Probably because I'm the least judgmental person she's ever known. I mean she can be anything without me hating her. We're still be friends nonetheless and I'm not gonna be afraid of her. Anyway.. I just hope that whatever she decides, it will be the best for her and the people she loves. Amen..
The Best Advice From A Woman to Men by Christina Hendriks @ Esquire
Speaking of your body, you don't understand the power of your own smell. Any woman who is currently with a man is with him partly because she loves the way he smells. And if we haven't smelled you for a day or two and then we suddenly are within inches of you, we swoon. We get light-headed. It's intoxicating. It's heady.
We remember forever what you say about the bodies of other women. When you mention in passing that a certain woman is attractive — could be someone in the office, a woman on the street, a celebrity, any woman in the world, really — your comment goes into a steel box and it stays there forever. We will file the comment under "Women He Finds Attractive." It's not about whether or not we approve of the comment. It's about learning what you think is sexy and how we might be able to convey it. It's about keeping our man by knowing what he likes.
We also remember everything you say about our bodies, be it good or bad. Doesn't matter if it's a compliment. Could be just a comment. Those things you say are stored away in the steel box, and we remember these things verbatim. We remember what you were wearing and the street corner you were standing on when you said it.
Never complain about our friends — even if we do. No matter how many times we say a friend of ours is driving us crazy, you are not to pile on. Not because it offends us. But because it adds to the weight that we carry around about her.
Remember what we like. When I first started dating my husband, I had this weird fascination with the circus and clowns and old carnival things and sideshow freaks and all that. About a month after we started dating, he bought me this amazing black-and-white photo book on the circus in the 1930s, and I started sobbing. Which freaked him out. I thought, Oh, my God, I mentioned this three or four weeks ago and talked about it briefly, but he was really listening to me. And he actually went out and researched and found this thing for me. It was amazing.
We want you to order Scotch. It's the most impressive drink order. It's classic. It's sexy. Such a rich color. The glass, the smell. It's not watered down with fruit juice. It's Scotch. And you ordered it.
Stand up, open a door, offer a jacket. We talk about it with our friends after you do it. We say, "Can you believe he stood up when I approached the table?" It makes us feel important. And it makes you important because we talk about it.
No shorts that go below the knee. The ones almost like capri pants, the ones that hover somewhere between the kneecap and the calf? Enough with those shorts. They are the most embarrassing pants in the world. They should never be worn. No woman likes those.
Also, no tank tops. In public at least. A tank top is underwear. You're walking around in your underwear. Too much.
No man should be on Facebook. It's an invasion of everyone's privacy. I really cannot stand it.
You don't know this, but when we come back from a date, we feel awkward about that transition from our cute outfit into sexy lingerie. We don't know how to do this gracefully. It's embarrassing. We have to find a way to slip into another room, put on the outfit as if it all happened very easily, and then come out and it's: Look at me! Look at the sexy thing I've done! For you, it's the blink of an eye. It's all very embarrassing. Just so you know.
Panties is a wonderful word. When did you stop saying "panties"? It's sexy. It's girlie. It's naughty. Say it more.
About ogling: The men who look, they really look. It doesn't insult us. It doesn't faze us, really. It's just — well, it's a little infantile. Which is ironic, isn't it? The men who constantly stare at our breasts are never the men we're attracted to.
There are better words than beautiful. Radiant, for instance. It's an underused word. It's a very special word. "You are radiant." Also, enchanting, smoldering, intoxicating, charming, fetching.
Marriage changes very little. The only things that will get a married man laid that won't get a single man laid are adultery and whores. Intelligence and humor (and your smell) are what get you laid. That's what got you laid when you were single. That's what gets you laid when you're married. Everything still works in marriage: especially intelligence and humor. Because the sexiest thing is to know you.
Garing Bangeeet
"Uuuuhh.. Istriku kenapa sih sekarang ga bisa diajak becandaaaa.."
"Abis kamu garing banget sihhh.. aku kan jadi maless."
"Kalo garing, dibasahin dooong.. HYAHAHAHA..."
Bleh! Makin garing aja si abang.
Happy Anniversary - Just 2 Years
Well then, ada yang salah tahun ini. Suami gw sampai jam 20:40 ini belum bikin surat juga. Maybe I'll just punish him with a no-breakfast-week. Pasti dia akan tersiksa hehehe..
Hari Ini Bukan Hari Memasak
Selang kira2 3-5 menit kemudian, tiba2 rasa basah itu terasa lagi. Kali ini gw udah mulai rada fully awake. Cukup sadar untuk menyingkirkan teori iler itu dan mendongak ke atas takut ada yang bocor dikamar mandi gw. Nope, teori itu juga terpatahkan. Ga ada yang bocor, masa sih rumah yang KPR nya masih 8,5 taun lagi kok udha bocor. Rugiiii... Nah.. kl bukan bocor, trus apa dong? Ternyata gw masih males mikir jadi gw putusin buat balik lagi ke buku gw, menunduk just to realize that the wet thing was something comes out my left breast. Sorry dimorry nih kl pembacanya cowo, pasti males banget hihihi.. I was just so happy and hoping it's a good sign since gw amat sangat terOBSESI (nah, pake hurup gede tuh) supaya anak gw lulus ASIX minimal 1 tahun.
Jam 9 abis nyiapin makan gw dan suami, kami berangkat. Sengaja bawa makanan krn biasanya periksa gula itu diambil darah abis puasa, kita makan seperti biasa trus puasa lagi 2 jam lalu darahnya diambil lagi. Males kalau mesti jajan dikantin. Nyampe sana suami gw ke UGD sementara gw ke lab, bayar ternyata lumayan murah, cuma 39rb. Untungnya sih sepi jadi cepet ambil urine. Nunggu sebentar ditempat ambil darah krn teknisi labnya yang 3 orang sibuk megangin anak 2 tahun yg lg ambil darah. Kasian sih.. tp lucu juga anak itu suara nangisnya, "Ajuu... ajiii... ajaaaaa..." hihihi... Untungnya segera berlalu dan darahnya udah diambil.
Jadi gw diambil darah dua ampul. Frankly, I'm getting used to this, beberapa bulan lalu waktu tes tokso malah diambil 8 ampul sampe lemes hehehe.. Trus gw tanya, nanti dua jam lagi balik ya? Nggak kok Mbak, dokternya cuma minta sekali aja. Ah, yang bener.. Gw telpon dokter alwin, dia ngangkat.. ada apa? Itu tesnya beneran cuma gula puasa aja. Dia jawab, "Bentar yah.. gw lagi online nih." Taelaaahh.. ga usah diangkat napa dok, ngabis2in pulsa gw aja hehehe.. Harusnya hari ini dia jadwal di Budi. Gw cari suami gw yang lagi daftar. Sama UGD ditolak soalnya, benangnya mesti dicabutin sama dokter bedah. Bleh! Yang bener aja!
Trus gw bilang, mau cari tempat makan dulu dilantai dua. Duduk deket poli anak biar ga kelewatan tlalu banyak orang. Ada yah baby perempuan lg digendong maminya, lucuu banget. Dia ngeliatin gw terus gitu, mungkin ngiler. Soalnya katanya salah satu tanda anak siap makan itu yah dia suka ngeliatin orang makan. Pas makan, si dokter tua yang manja itu nelepon trus bilang kalau memang cuma minta satu kali aja. Oh ya udah gpp, gw takut salah aja. Suami gw kok ga naik2 ke lantai 2 yah jadi gw memutuskan untuk turun dan nyamperin dia. Baru aja menjejakkan kaki di eskalator bawah, ehh.. ketemu Bu (suster) Sri, juragan suster dilantai 2. Ngapain kesini?? sambil ngeraba perut gw. Krn dia dateng dari kiri, gw otomatis nengok kiri and there he is.. Manggil2 gw. And I was thinking, "What are you doing here? Bukannya harusnya praktik di Budi Kemuliaan ya?"
"Sini.. sini.. kenalin nih anak gw. Gw yang bantu ngelahirin dia dulu. Skr dia mau kawin, gw minta ditunjukin fotonya. Kalo ga ganteng gw ga akan ijinin hahaha.. " Dan disanalah kami berempat, si cewe, ibunya, dokter alwin dan gw. Ditunjukin juga fotonya ke gw. Dia comment, "Gendut yah." Trus si cewe itu malu2 bilang, "Tapi udah aku suruh fitness kok, opung." And we all laughed. Gw bilang, mudah2an nanti pas melahirkan dokter alwinnya masih disini yah. Seru juga kali dulu dia yang dilahirin trus skr ngelahirin anaknya hehehe.. Trus gw pamit krn gw ngeliat suami gw naik eskalator dan bilang kl gw mesti nemenin dia. Dokter alwin pamit juga krn harus praktik di Budi (jam 11 nih, dia telat banget). Katanya dia mampir dulu ke RSPP soalnya ada pasiennya yang mau pulang.
Naik keatas, suami nunggu di poli bedah. Gw iseng maen ke poli kebidanan dan ketemu suster yenni. Gw bilang mau nimbang, gw sampe ga yakin dan minta suster yenni ngeliatin, ini sebenernya berapa kilo, sus? Kok ya selisih sekitar 10 hari dari terakhir gw ketemu dokter malahan berat gw turun 0,5 kilo. Alamat bakalan diomelin lagi nih kalau ketemu. Kapan mau periksa lagi? Kalau ga tanggal 26 ya tanggal 29 deh Sus. Oke.. dan gw ciao lagi ke poli bedah. Ngantrinya lumayan lama, cabut benangnya cuma semenit palingan. Bayarnya spesialis bedah, ngeselin banget ga sih?
Pulangnya kita berencana mam di abuba krn pas perjalanan berangkat tadi kok kynya gw ngidam banget makan daging yang banyak. Suami ngajakin ke Outback aja di Ratu Plaza tapi dengan budget yang sama gw bisa mam lebih banyak di abuba kan? Nyampe antasari, tiba2 jadi ga pingin makan dan suami gw ngajakin ntn The Book of Eli aja. Blitz ga ada jam yang enak akhirnya kita ntn di KC aja. Jam 12:45. Pas deh, ga kelamaan. Nyampe sana, baru aja duduk sambil ngelanjutin baca The Space Between Us trus tiba2 terjadi kehebohan. Ternyata ada bintang Menebus Impian nonton di KC, si Fedi Nuril dan Acha Septiarasa. Fedi tuh ganti2an foto sama fansnya didepan sofa bunder tempat gw cuddling sama suami gw. Mata kami sempat bersirobok (tsaa!!) Tapi bukannya kagum gw malah ngasih pandangan snob yang bilang ke dia, "Siapa sih loe? Ganggu keasikan gw aja." hihihi.. Eh, entah dia ngerti atau nggak, ga lama kemudian spot foto2nya pindahan agak jauh wkwkww,,,
Nontonnya lumayan seru kok, yang maen Denzel Washington sama Mila Kunis. Suami gw suka banget sementara gw yang so so aja, pulangnya udah jam 3 langsung istirahat deh. Really has no time for cooking
Rencana Melahirkan Episode 2
| Metode | Kelas I | VIP |
| Normal | 6.000 | 9.350 |
| Sectio | 17.800 | 23.700 |
Nah, ini exclude:
- Biaya admin 7% dari total tagihan
- Biaya ibat
- Pemeriksaan penunjang
- Biaya visit dokter
- Inkubator
- Dengan permintaan waktu
- CITO
- Hari Minggu/ Besar/ Libur diluar jam 08:00 - 21:00
Pecel Lele
ME: Maaasss... kamu kok ndut banget siiihh?
MPL (Mas Pecel Lele): Iyo e Mbak.. Aku mangan terus.
ME: Pecel lele satu dong Mas!
MPL: Haduh, lelene entek e Mbak.. (lelenya abis). Adanya ayam satu.
ME: Nggak mau, aku mau lele.
MPL: *ngudek2 box lelenya* Ehh.. ada satu. hyahahahaha.. (ga jelas banget sih, pecicilan gitu). Aku pikir abis Mbak. Tadi masnya (ada sepasang lg mam disitu) minta lele tak pikir abis. Kok masih ada satu ya?
ME: Rejeki ku berarti Mas.
MPL: Waduh, maaf ya mas.. tadi saya pikir udah bener2 abis nih. (si masnya yang udah mau selesai makan cuma nangguk2).
ME: Mas.. ga usah pake lalap, aku cuma mau lele sama sambelnya aja.
MPL: Iya, ndisik ya Mbak.
ME: Mas, kamu dah nambah anak belum?
MPL: Belum Mbak ah, capek.
ME: Apa sih yang capek. Kan bikinnya cuma sekali, yang capek ya istrimu.
MPL: Aku yang lebih capek, anak itu cerewet, kalo nangis bikin pusing hahahaha...
ME: Sini aku bayar dulu. Berapa?
MPL: 6000
ME: Sambelnya yang banyak ya?
MPL: *mesem2 ga jelas*
ME: Kan udah malem, lele udah abis, ayam tinggal satu. Emang mau jualan apa lagi?
MPL: Hehehehe.. iyaa..Nganggo sego ora mbak?
ME: Nggak, lele aja sama sambelnya..
MPL: Ya kebeneran, segoku entek hyahaha...
ME: YA GA USAH NAWARIN KALO GITU.
MPL: Lalapnya tinggal timun tok, Mbak.
ME: Kan aku bilang lele aja sama sambelnya.
MPL: Hyahahaha.. lali aku Mbak.. (stres ni orang, bener2 pecicilan deh).
Salah satu alasan kenapa gw lebih prefer pecel lele daripada pecel ayam adalah karena pecel lele really brings the term "Fresh From The Oven" to life. I mean, gimana ga fresh coba! Wong lelenya digetok didepan kita hehehe.. Sayang malem itu sambelnya ga enak, keasinan euy..
Tinggi Ya?
Kalau Mirip Aku Gimana?
Setelah tercenung sesaat, suami gw nanya, "Duh.. kalau anaknya ky aku gimana?" Lha ya gpp, namanya juga bapaknya. Emang kenapa kalau mirip? Apa mau dimasukin kedalam perut lagi?
Dan tiba2 gw sama suami langsung berimajinasi. Di meja makan si adek dan bapaknya duduk berdua. Kanan kiri pegang sendok garpu trus chanting ga brenti2 bilang, "Makan! Makan! Makan!" Sementara gw gedubrakan di dapur nyiapin makanan mereka hyahahaha.. Kekompakan bapak anak yang mengesalkan sekali sepertinya.
Dua Pameran
After wrap up cooking, suami gw ganti tabung gas. Pas banget masak selesai pas juga gasnya abis. Ga disangka, tnyata luka suami dijari manis kirinya terkait di tabung gas dan berdarah ga berhenti. Suami gw bilang, ke UGD aja deh. So off we go lah ke RSPP. Disana lukanya dijahit dan mesti ganti perban setelah tiga hari. Minggu depan mesti ke RSPP lagi buat nyabut luka jahitannya. Mungkin pagi2 kali yah biar sekalian gw retake tes gula darah gw lagi. Abis itu kami nengokin Raya yang balum pulang karena trombositnya belum naik. Swear deh, bangsal anaknya RSPP tuh gelap dan tua banget, bener2 ga ramah anak. Abis melahirkan anak gw ga bakalan gw bawa kesana ah. Ke Mitra Gading aja kali yah, atau ke Bunda. Untung ponakan gw itu nginepnya di VIP jadi kamarnya gede, dia ga bosen didalam dan ga harus keluar2 kamar kalo bete.
Abis dari sana suami nganterin gw ke JHCC trus dia ke STC. Beneran yah, itu JHCC rwamee banget. Ternyata selain Indonesia Holiday and Travel Fair 2010 ada juga pameran furniture dan wisudaan anak2 Trisakti. No wonder banyak banget yang keluar dari sana pake kebaya cakep2 bener. Bahkan ada juga yang lebih keren dari kebaya kawinan gw. Yah.. trisakti gitu loohhh.. Full make-up pulak. Bleh. Gw jadi inget wisudaan gw sekitar 5 tahun lalu. Gw sama sekali ga tau dan ga ngerti kalau wisuda itu a really important affair. Gw cuma pakai baju lama, boro2 ngejait kebaya full payet. Gw inget bajunya item, merk mint, modelnya encim ada sedikit bordiran biru di badannya. Bawahnya adalah rok kain tais dari timtim warna merah yg skr udah ga muat lagi hehehe.. Makeup minimalis banget cuma bedak sama lipstik. Rambutpun cuma gw jepit pakai jepit konde yang ada hairnetnya itu lhoh
Kalo diinget2, ga mutu banget yah.. dandanan gw. Waktu itu gw udah kerja di GED dan jujur ga peduli sama yang begituan. Mungkin orang2 mikir ini satu event yang harus dikenang seumur hidup, milestone. Tapi milestone gw adalah saat gw mulai dapet real full time job gw di GED, walaupun sebelumnya udah berkali2 dapet freelance and parttime job during my college years. Gw ga nganggap wisuda penting krn yang penting bagi gw adalah gw lulus, cepet dapet kerja, bisa nyari duit sendiri dan ga ngerepotin mak gw lagi. That's all. Mungkin nanti kalau udah S2 kali baru berasa pentingnya, apalagi kalau kuliahnya pake duit sendiri hehehe..
Nah, gw pingin banget ke IHTF. Pas masuk kena htm, 20rb. Bisa dapet freepass sih, tapi pas ditanya, ada kartu kredit BCA? Ada GFF? and I was like, arrggghhh... suami gw tuh yang punya semua. Dari luar sih keliatannya sepi2 aja, tapi pas udah didalem.. wuiiihh rame banget. Dan ramenya bukan cuma orang yang dateng tapi juga bertransaksi di booth2 perusahaan tour. Semua orang tampaknya butuh liburan yah? Gw coba ngetes2 beberapa company sih, misalnya nanyain soal liburan ke Vietnam. Ada yah yang nawarin paket 400 dolar seorang exclude tiket pesawat, turnya aja di Saigon cuma city tour. It's 5 days including Hanoi dan Ha Long Bay. Mind you it's without plane. Jadi kudu arrange juga flight nya dari Saigon ke Hanoi. Pas gw tanya recommended flightnya apa, mrk bilang Malaysian Airlines. Berapa tiketnya? Base farenya 140 USD and I was like, kmrn gw dapet 117. Ini yang promo lho Bu. Dan gw makin ketawa lagi.
Dari sana gw ngambil kesimpulan bahwa jauh lebih murah untuk arrange tur kita sendiri. Emang sih hotel dan airline lebih murah, tapi murahnya itu ya buat margin tour operatornya. Ga akan terreflect di harga yang ditawarkan ke kita. Palingan ngambil single tournya aja kalau kita ga tau mesti ngapain disana. Like what we did with viator.com. Beneran, jadinya jauh lebih murah.
Now abis dari sana gw iseng dulu ke pameran furniture. Gw suka bingung deh sama pameran itu. I mean, yang ikutan tuh company2 gede ky King Koil, Serta dan sebagainya. Booth mereka gede2 tapi rata2 sepi. Yang laku yah diskonan bantal guling ma sepreinya aja. Rada kebelakang baru deh mulai keliatan booth2 lokal yang kecil2 yang palingan harganya disekitaran 5 jutaan kebawah. Kalau yang ini rame. Soalnya dengan 100rb aja udah bisa bawa perlengkapan makan keramik. I mean, kan ga semua orang nyari kasur latex, toh?
Abis muter2 dan punggung berasa encok gw pikir udah deh, gw aja nyusul suami ke STC. Naik ojek, tawar2an dapet angka 10rb. Yuk berangkat bang. Set dah itu yang namanya Senayan jam 7 malem minggu dah ky apaan aja. Macet berat boww.. palagi pas entrancenya PS sama Sency. Heran deh, orang kok seneng banget ngemol malem minggu? hehehe.. apa kitanya yang aneh ya, suamiku? Langsung ketemu trus jalan ke Cilandak. Disana ada ponakan2 gw si Dana sama Ravin (yg dititip krn ortunya lagi dirumkit jagain adeknya). Makan sebentar trus maen2 sama mereka trus pulang deh secara gw ngantuk banget. Jam 10 nyampe rumah, nyiapin komputer buat kerjaan sampingan gw langsung tidur.
Sembunyi Lagi Dia T_T
Anyway, nyampe sana gw daftar dulu, nanyain dokter alwin praktik ga hari ini soalnya jam 3:10 tadi masih dirumah, tapi mbak mei di pendaftaran bilang dia udah dateng kok. Jadi gw timbang dan ukur tensi dulu trus ke tempat Meika. Sampe sana kok ya penuh banget, jadi gw ngabur dulu ke ponakan gw. Abis nengoking bentar, gw ke poli kebidanan dan dibilang masih satu orang lagi. Gw bilang sama suster yenni, aku ke lantai 3 dulu yah nengokin temen. Oke.
Nengokin Meika, ngobrol2 soal proses persalinannya. Gw pikir yah, seringkali hubungan cinta kita dengan dokter kandungan selama sembilan bulan bisa terluka dengan proses kelahiran yang kurang memuaskan. Tapi babynya sehat, gede.. 3,8 kilo boww... pantesan ribet lahir normal hehehe.. udah observasi 2 hari tapi mulesnya ga menguat, bukaannya ga berkembang dan babynya ga turun2. Jadi akhirnya memtuskan untuk sesar. Lupa banget gw buat bilang kl baby ga turun2 ke panggul kudu curiga kalau tali pusarnya pendek, selain kemungkinan panggulnya ga cukup besar untuk dilewati baby. Pengalaman sama Dana + Devan soalnya. Kl Anna kmrn panjang banget tali pusarnya, sekitar 50-60 cm jadi walaupun terlilit sekali masih bisa lahir normal.
Sampe tempat dokter alwin gw ditanya abis nengok siapa. Meika, pasiennya dokter erwin, kemarin habis sectio. Lho? Kenapa? Trus gw cerita bla bla bla.. dia nanya, "umurnya berapa?" Sekitar 38 minggu. Ketubannya udah pecah? Belum sih dok. Agak lama dia diem trus gw nanya. Emang kenapa, Dok? Kl gw sih gw tungguin aja, belum lewat umur dan ketubannya juga belum pecah. Gw jadi berpikir apakah ini hanya kecemburuan profesional biasa atau memang beneran begitu.
Diukur, bb cuma naik 1/2 kilo trus tensi juga 130/80. Habislah gw diomelin sama si dokter itu kenapa naiknya cuma segitu dan tensinya tinggi banget (gw biasanya di 100/70). Gw disuruh retake lagi tesnya dan dapet 120/80. Gw jadi curiga jangan2 sama suster diturunin angkanya biar dia ga dituduh salah ngukur hehehe.. Gw bilang kl gw lagi high stress krn setahun kedepan akan terlibat dalam project IT terbesar dalam sejarah 2 dekade perusahaan gw. Nanti kalau aku butuh istirahat, minta surat sakit ya dok.. Kenapa? Soalnya kl cuti pasti ga dikasiiihhh.. Huh, ga ngerti deh!
Disana juga ketemu Ira dan Mbak Dayu. Kalau Ira memang tiap bulan konsul karena lagi program baby. Bulan ini dia telat seminggu dan menstruasinya sakit sekali jadi mau kontrol kesana. Pas di dalem gw ditemenin Mbak gw dan si Adek, duuuhhh... walaupun stat yang lainnya bagus tapiii.. nggak keliatan co ce nya huhuhu.. padahal gw kan sangat2 penasaran. hiks.. penting banget ga sih? hehehe..setelah dia bersembunyi itu gw bilang, atau kita biarkan menjadi misteri sampai dia lahir, dok? Ah, ngapain kalau bisa tau cepet sih? hehehe.. tp dia bilang kl gw mau begitu ya gpp, nanti dia diem2 aja.
Pas selesai meriksa gw dapet telepon dari lantai 3, katanya ada pasien udah bukaan 8 jadi dia buru2 ngabur buat bantuin yang lahiran. Kasian pasien2 lain pada ditinggal
Macan Laper
Biasanya pulang kantor gw ga makan malam lagi tapi sekaraaangg.. beuh! jangan tanya.. tadi malem aja gw sampe ga bisa tidur gara2 perut kriyuk kriyuk. Bete banget deh, akhirnya bangun trus bikin sop wortel. Gw pikir bakalan kenyang nih tapi ternyata jam enam pagi perut gw kukuruyuk juga.. arrggghhh!!!
Oke, gw ga mind dengan kemungkinan gw akan bertambah berat dengan drastis di bulan ini. Beneran.. tapi ini agak aneh, dan gw jadi ribet kudu nyiapin snack dan makan malem dan pengganjel perut lainnya. Walaupun kl malem paling praktis makan mie, sebisa mungkin gw menghindari makan makanan yang ga sehat itu. Naaahh.. gw juga menyadari bahwa ini adalah akibat gw sendiri. Apalagi kondisinya dua minggu ini gw bisa dibilang kerja 12 jam sehari from 7-19. Dan beneran kerja, ga maen farm frenzy sperti biasanya hwahahaha.. Jadi otak gw fully utilized dan tenaga gw terserap kesana. Baru deh tadi malem bisa pulcep trus ntn Clash of The Titans di MOI after work. Mudah2an si adek didalem sana jadi pinter, soalnya si emak produktif banget sih. Aaaamiiinnn...
Oke, it's 12:00 dan gw super duper laper.
Suamiku... TAWAN yuk ntar malem???
Mari Mengirim
Twitter, Maybe?
kenapa semua orang mendadak jadi fotografer amatiran?
Congratulation!
I would like to congratulate myself for the 20th week I shared with my husband and our baby.. I would also like to thank my baby for being healthy, and kicking constantly.. letting me know that he's inside doing something.. Masih setengah jalan lagi sih krn kehamilan kan berjalan 40 minggu tapi karena gw orangnya optimis.. mari melihat bahwa gelasnya sudah terisi setengah penuh
Pilih Yang Mana?
To be honest, gw sama suami adalah tipe yang kedua. Kasar tuh bukan dalam arti yang aneh2 yaa.. maksudnya semua emosi kami tuh bisa terlihat. suka, kesal, marah, senang, sedih, bahagia dan ga pernah punya agenda apa2. Kalau bilang A ya A.. bukan B, C atau D. Jadi kl gw ngomong aneh2, ga usah dipikirin jauh2.. ya emang maksudnya mau ngomong itu hehehe.. no conspiracy theory lah.
Tapi ada juga orang2 yang kayanya baiikk.. menyenangkan, ramah.. tapi dibelakang kita suka ngomongin. Menfitnah orang lain tuh udah kya habit aja. Kadang kalau liat orang begini suka heran dan geleng2 kepala. Kok bisa ya?
Menyiapkan Makanan untuk PRT yang Tak Bisa Memasak
- Never fail to provide Mie, Telur, Saos dan Kecap.
- Never fail to provide cabe, tomat, terasi, jeruk limo dan perlengkapan membuat sambel lainnya. Jangan lupa lalapnya. Gw nyediin timun/ terong sih biasanya, soalnya lebih tahan lama di kulkas dibanding dedaunan.
- Never fail to provide ikan cuwek dan tempe. Trust me.. walaupun kita siapin yang namanya cumi saos tiram.. belum tentu prt akan mau makan yang beginian. Lada hitam? wiihh.. bisa bikin kaget tuh.
- Biasanya ada satu hari over the weekend (sabtu) dimana gw seharian belanja dan masak buat nyiapin makanan seminggu. Jadi seminggu itu dia pasti punya lauk dan gw ga pernah berhitung kalau tiba2 ayam balado gw menghilang sebelum akhir minggu hehehe...
- Kebetulan dia ini doyan yang manis dan dingin2, jadi gw provide juga nutrijell yang rajin dia buat dan tiap hari ganti rasa, sama pop ice. Maksudnya biar ga mengganggu persediaan minuman suami gw (bangsanya pulpy orange, bear brand, dll); juga ga ganggu persediaan bubur kacang ijo gw. Soalnya pernah tuh dari sepanci gede gw cuma kebagian semangkok aja hehehe.. Suatu hari dia bilang gini, (in sundanese), "Bu.. wati seneng banget deh minum air es." Dan gw bilang.. ya gpp, nikmati aja.. nanti kan di kampung wati nyari es susah, harus beli

- Seminggu gw kasih uang 50rb, yang mesti dicatat setiap rupiah pengeluarannya (gw menyediakan bukunya lhoh). Jadi kalau tiba2 dia pingin ngelalap selada, dia bisa pake uang itu untuk beli. Atau kalau dia pingin jajan bakso bisa juga dari uang itu. Gw ga pernah rewel sama uang ini, yang penting dia tanggung jawab (dengan mencatatnya tentu saja).
Bulan Februari kemarin ada kakaknya plus suaminya kemari minta gajinya PRT gw. Mrk minta gaji dua bulan tapi gw bilang dia belum kerja dua bulan jadi cuma gw kasih sebulan gaji. Pengalaman dengan Sumi kmrn bikin gw ilfil kl PRT tuh keluarganya minta2 gaji dia. Kakaknya ini gw tanya buat apa, katanya anaknya sakit, mau pinjem uang. Trus rumahnya Wati atapnya jebol krn hujan terus2an. Gw tanya, "Kayak gini mau tiap bulan?" Nggak katanya. And you know what? As suspicious I can be, tu duit beneran ga nyampe ke nyokapnya. Katanya dia di samperin orang trus dimintain duitnya di terminal Kampung Rambutan. And I was like, "Yeah.. yang bener aja.. trus suami loe ngapain?" Ga likely banget deh ada perempuan jalan sama suaminya siang bolong di terminal trus disamperin preman. Whatever lha ya.. Next time ga ada yang beginian lagi. Gw tegaskan itu sama Wati. Bukannya gw pelit, toh itu gaji dia, hak dia.. tp kl ky gini terus, apa Wati cuma mau dijadikan sapi perah?
Just a couple weeks ago saat acara masak2an hari Sabtu dia cerita kalau temen2nya udah pada balik lagi ke Kampung. Katanya temen2nya Juleha sama Yati ikutan pergi juga sama Bu Haji itu abis Wati berangkat. Yang satu abis jatuh dari motor pingin pulang, yang satu katanya gajinya ga dibayar. Trus si Juleha ini nanya gw masih butuh PRT lagi nggak? And I say no.. even if the baby comes. Kmrn temennya suami nanya kl butuh prt pas istrinya lahiran Juli nanti, ada yang bisa bantuin nggak? And I said bisa, tapi ngomong dulu sebulan sebelumnya krn mau gw train dulu. Lha.. Wati itu dulu sama blender aja takut. Boro2 bisa kerja hehehe.. Gw bilangin ini ke Wati dan dia bilang, "Tapi temen Wati maunya kerja sama ibu." Well well gw dapet reference yang bagus kali yaa.. Ini pasti gara2 Bu Haji waktu nganterin Wati ngeliat ada JK di album kawinan gw jadi mikir jangan2 gw sodaraan sama mantan wapres itu hehehe..
Gw jelasin kl rumahnya sekompleks.. bisa dicapai dengan jalan kaki. Kan enak kalau ada apa2 deket. Trus dia ngeh, "Iya juga ya Bu.. Nanti dibilangin deh." Tadinya juga pingin nawarin ke Tante Muji, abis kasian udah sepuh, berdua doang, rumah segede itu. Minimal harus ada orang yang bersih2 lha ya.. Kalau masak sih, mrk cuma bdua.. pasti ga ribet. Tapi dipikir2 lg, temennya Wati ini masih mentah banget, ga bisa ngomong Indon pula,, duh ribet.. Sama temen suami jg gw bilangin, "Punya prt itu cocok2an. Jadi kalau ga cocok, gpp.. jangan ga enak sama gw." Yah gitu deh.. Tuh, desye baru selesai brunch.. pake goreng tempe, ikan cuwek sama sambel bawang
Duh.. Makasiiihh...
"Jeng.. anak kamu cewek ya?"
"Mas Pintooo.. loe orang ketiga yang bilang anakku cewek.. yang lain bilang cowok semua."
"Abis kamu keliatan bersih banget."
"Ah, ga ngaruh, anakku kmrn cewek tapi aku dekil banget."
"Iya yah.. aku juga inget. Ya ampuunn.. kamu kemarin itu keliatan jelek banget lho Jeng.."
"Hehehe.."
"Tapi yang sekarang kamu keliatan bersih.. cantik.."
"Hyahahaha..." *doh, ge er banget.. Jarang sekali yang bilang saya cantik -blush-
"Jadi cewe atau cowo?"
"Kata dokter sih kemungkinan cowo.. tapi dia belum confirm juga tuh Mas.."
"Berarti kamu kebalik2 kali.. pas keliatannya jelek, anaknya cewe. Pas keliatan bersih.. anaknya cowo hehehe.."
"Iyaa.. aku kyanya kebalik2 deh Mas.. Nanti aku kabarin bulan depan yah."
Duuhh.. makasih ya Mas Pinto.. Walaupun overall it's been a bad day for me.. You really make it for me.
Subscribe to:
Posts (Atom)






