Showing posts with label Trip To Vietnam. Show all posts
Showing posts with label Trip To Vietnam. Show all posts

Fotonya Dulu

0
COM
Berhubung banyak banget yang nyasar kemari gara2 keyword Ho Chi Minh, akhirnya ada waktu juga buat ngedit foto2nya. Tapi belum ada ceritanya nih, nanti gw update secepatnya. In the meantime, please enjoy the pictures.

Updated 17 Januari: Ceritanya sudah ditambahkan ke dalam foto2 itu yaa.. please do read if you have the time.

Ho Chi Minh - Last Day

0
COM
Hari Jumat, 30 Oktober 2009. Pagi2 habis sarapan dijemput lagi sama Miss Thi. Dia bilang, kita jemput dua orang temen yuk. Dan Thank God, kali ini kami menjemput bule Inggris bernama Andrew nan pirang, tinggi & ganteng. Tadinya pacarnya mau ikut tapi kecapean krn mrk abis muter2 Kamboja juga. Tujuan kami adalah Cu Chi Tunnel, terowongan perang Vietnam yang terkenal banget itu. Dijalan, kami mampir ke industri kecil pembuatan dupa, sempet diajarin bikin dupa juga pakai mesin sederhana. Trus diajak mampir kesawah (again??) but si Andrew senang dan terkaget2 waktu Miss Thi bilang mrk makan tikus sawah. Gw moto cabe Vietnam yang memang pas tuanya berwarna orange bukan merah spt mostly cabe dimari (ga penting banget sih?)
Perjalanan ditempuh dalam dua jam ngelewatin hutan2 jati yang reminds me a lot sama daerah Kalijati - Purwakarta. Sambil jalan, gw nanya Miss Thi, pork itu bahasa Vietnamnya apa. Dia bilang "Heo". Mikir2.. sambil bengong, tiba2 terbersit dalam kepala gw. God Damn it! Ternyata Banh Xeo yang gw makan di Quan An Ngon itu artinya crepes babi??? See! Xeo itu tadinya kami pikir dibaca "Seo" tapi ternyata dibacanya "Heo". Aaaarrrgghhh... no wonder gw ga hamil pulang dari Vietnam. Baiklah! Sudah berlalu.
Nyampe Cu Chi Tunnel kami dikasih buku panduan sama sticker yang mesti ditempel di baju atau dimanapun itu sebagai tanda kami sah masuk kesana. Kata Miss Thi, "buruan2.. ntar penuh." Dan yep, dibelakang kami serombongan besar turis lagi mau siap2 masuk. lari2 deh kami kedalem. Entrance ke Cu Chi Tunnel bentuknya ky terowongan juga, besar dan udah di tembok. Si Andrew sampai bilang, "Wow? The tunnel is this big?" Tentu saja tidak, silly. Ini kan cuma bisa2nya mereka aja. Yang pertama2 kami lakukan adalah ntn video. Isinya? tak lain tak bukan adalah propaganda berisi betapa kejamnya Amerika dan betapa hebatnya perjuangan mereka melawan kaum penjajah. Habis itu kami jalan2.. ditunjukkan cara2 Vietcong bersembunyi. Anyway, ga boleh lho nyebutin Vietcong disini, bisa2 banyak yang tersinggung. Lalu ditunjukin juga crater bomb B52 yang dipakai Amerika untuk menghancurkan jaringan tunnel yang kalau ditotal2 bisa mencapai 200mil itu. Bayangin aja beberapa desa dibawahnya berisi terowongan2 rahasia.
Jalan lagi kami ketemu toko suvenir sama shooting range. Cowok2 pingin nyobain sementara gw ntn aja. Bapak2 yang nemenin kami tuh mukanya ramaaaah banget. Nyenengin deh. Cuma sepuluh peluru masing2 orang, dan walaupun ada hadiahnya kalau bisa nembak tepat, suami gw bilang ga mungkin kecuali beruntung. Soalnya jalur pelurunya juga udah ga bagus, ya maklumlah senapan tua. Habis nembak kami disuruh nyobain masuk kedalam terowongan. Yang Claustrophobia sangat sangat tidak disarankan mencoba ya. Nah, didepan gw itu ada turis Jepang yang seriing banget berhenti. Dia ketakutan. Gw bilang, grap the feet in front of you. Habis itu baru deh dia rada tenang. Pertama masuk masih bisa berdiri, trus nunduk (posisi ruku), trus lama2 ya mesti berlutut juga. Pasa saat kami akhirnya keluar, semuanya terlihat sangat lega hehehe.. Habis itu menuju warung dan dikasih segelas teh sama singkong rebus + gula pasir.
Pada saat kami pulang, kami bilang sama Miss Thi untuk diturunin di War Remnants Museum. But it's only 1 PM dan museumnya lagi istirahat dan baru buka setengah jam lagi. Kata suami, kita makan aja yuk. Ketemu cafe yang rada lumayan, gw pesen salad jantung pisang (yummy banget) suami lupa pesen apa tapi tentu saja dengan Ca Phe Sua Da nya yang ga begitu enak. Habis makan, kami ke museum lagi sambil dijalan ketemu sama bule yang lagi berantem sama driver Cyclo (becak). Jadi ceritanya, si driver minta tambahan ongkos karena ngerasa udah muterin si bule lewat jalur yang lebih panjang (ga sesuai kesepakatan awal) sementara si bule ga ngerasa minta dilewatin ke jalur itu. Kan ga ada deal2annya. Salah sendiri driver cyclo nya yang nambah2in jalur. Anyway, gw cuma mau ngingetin aja, kalau bisa jangan naik cyclo, driver nya suka bohong dan suka "nembak" tarif.

Masuk ke museum kami ketemu lagi sama bule Irlandia yang ketemu pas kami naik Malaysian Airlines itu. Ngobrol2 bentar dan disana juga kami ga lama. Entah kenapa, rasanya museum itu ga terlalu menarik. Habis itu kami ke Reunification Palace yang yah.. so so juga. Pulangnya mampir dulu ke Ben Thanh buat one last shopping and one last Pho at Pho 2000. Oh ya, ga recommend makan di Pho 24 yah, sehubungan di Indonesia Pho 24 tuh bejibun dan ga terlalu enak juga. Pulang hotel minta ke reception buat manggilin taksi buat jam enam (kami flight jam 8). Kata managernya, kalian harus berangkat skr (jam 5), macet banget lho. Dan ya kami ke atas, buru2 packing mandi dan sebagainya sampe ditelponin mulu sama reception yang kuatir kami telat nyampe airport. Dan kekhawatiran mereka bener, jalanan memang macet banget tapi untungnya kami tiba di airport masih ada spare waktu.

Sempet ketahan di XRay karena gw bawa pedangnya patung Hwang Yu di tas gw. Dipikir itu senjata tajam. Gw pikir tadinya malah krn peralatan mandi gw. Gw insist itu bagian dari patung dan patungnya ada di koper, akhirnya mereka lepasin gw deh. Buru2 ngibrit ke kamar mandi karena botol sabun gw kebuka & ngotorin barang2 yang lain. Di kamar mandi ketemu sama bule Inggris yang bilang, "how come they get you away with that?" sambil nunjuk botol parfum Dior gw. I don't know. Memang bule dibelakang gw juga parfum Gaultier-nya ditahan sama petugas padahal sizenya sama, 100 ml. Ahh. sutralah, bukan urusan kami deh.

Ngider2 ngeliat bandara Tan Sonh Nat yang bersih banget trus nunggu di terminal Air Asia. Di pengeras suara berkali2 gw denger nama Amelia something dipanggil, yg gw yakin orang Indonesia krn dia juga penumpang AirAsia. Lamaaa banget akhirnya baru berhenti dia dipanggilin. Setelah itu duduk segerombolan tante2 yang kynya ibu2 arisan. Ada yang ngomel2 yang ternyata si Amelia ini. Dia bilang souvenir gantungan kunci berbentuk peluru yang dia beli di Cu Chi Tunnel ga boleh on board. Ngomel lah dia, ya kalau ga boleh dibawa, jangan dijual dong! Haduhh.. ribet banget. Untungnya naik ke pesawat baik2 aja sempet ngobrol juga sama mbak2 yang tur sama temen2nya tapi kesel krn yg dipikiran mereka cuma belanjaaa aja, ga ada sense petualangannya. Sangat disayangkan.

Landing Jakarta jam 1 dinihari, naik taksi, beres2 bentar lalu tidur sampai siang. Ah... We're home already.

Ho Chi Minh - Bonsai Dinner Cruise

2
COM
Tak disangka tak dinyana, pulang dari Mekong ternyata masih sore, udah sempet beres2, mandi dan sebagainya, tetep aja masih sore. Jadwal dinner cruise jam 7 sore harus udah di pier Ben Tau Khach Thanh Pho di deket jalan Ham Nghi. Ini jalan gede, jadi pasti gampang ketemu. Gw sama suami dah gatel aja buat jalan akhirnya baru jam 4 kita dah keluar hotel lagi. Pertama2 mutusin buat mampir ke Quan An Ngon lagi. Kali ini cuma minum aja. Gw pesen es cincau (tentu saja namanya disana bukan es cincau), kolak talas (yg yummy banget) dan tentu saja suami saya pesen Ca Phe Sua Da (es kopi susu) kesayangannya. Duduk, ngobrol dan bercanda2 aja ngabisin waktu. Jam setengah lima kita jalan kaki menelusuri Ham Nghi. Sambil jalan sempet lewat ke toko yang wangiiii banget. Ternyata mereka jual roti dan rotinya itu baru mateng. FYI, budaya kuliner mereka juga banyak dipengaruhi sama Perancis, no wonder yang jualan sandwich sama Pho dijalanan sama banyaknya. Di toko itu juga dijual macem2 daging panggang, ada bebek, ayam, dan hmm yaa.. tentu saja: Babi!


Lalu kami melawati satu jalan yang nampaknya seperti pasar. Jualan macem2 dari sayur, makanan cina, ikan sampe jeroan piggy yang, ugh, bikin mual ngeliatnya. Suami gw nemu Innova dan dengan cerianya minta dipotoin sebagai bukti, produksi Indonesia muncul juga di negeri tetangga. Ga terasa jalan kaki, ternyata kami sudah sampai di daerah sungai yang akan kami cruise. Dan oh la la.. panjang banget tempatnya. Ada sekitar 3 kapal besar yang menambat disana. Tapi ini masih jam lima jadi kami memutuskan untuk jalan2, nemu toko souvenir di jalan Dong Khoi. Yeap! Pelabuhan ini juga selain ada diujung Ham Nghi, ternyata ada juga di ujung jalan Dong Khoi.

Jam enam kami mulai bergerak lagi, nanya ke salah satu kapal, dimana pier kami dan mereka bilang, dijung sana Bu. Bergeraklah kami ke ujung, sempet ragu2 kami bertanya ke loket ferry (sungai ini bisa nyambung ke Mekong & Hoi An) dan dia bilang kalau Bonsai Dinner Cruise itu luruuus aja, ngelewatin jembatan, museum Ho Chi Minh, lalu belok kiri. Jalanlah dengan semangat, onde mandeeee.. jauh nian itu jalan kaki. Untung sendal gw lagi comfy banget. Nyampe sana, pelabuhannya kok sepi banget, mana ada kapal gwedhe (ky kapal perang) lagi sandar. Sempet ragu2 tapi ditunjukin, ke dalem aja Bu. Yoi, Om! Thank you. Di dalem kami ketemu cewek bule tinggi besar trus blg kami mau Bonsai Dinner Cruise. Dia minta ditunjukin voucher dan dibilangin kami salah pier. WHATS???

Bonsai Dinner Cruise itu ada dua kapal tapi kapal kami bukan yang di pier itu. Dan oh yeah! kami harus kembali lagi menyeberangi jembatan itu. Nyari2 akhirnya ketemu pier kami. bener2 nggak nyangka krn tempatnya kecil dan gelap banget. Sempet deg2an juga pas masuk. Ya udah deh, baru jam setengah tujuh, kami nunggu aja. Alhamdulillah kali ini ga salah pier. Udah bener euy. Setengah jam kemudian kapal sandar, ternyata kapalnya ga terlalu besar. Setelah mereka bersiap2, kami on board jam 07:15. Dikasih welcome drink dulu, ketemu sama yang punya kapal, bule australia yang istrinya orang Vietnam (the captain). Cewek bule yang disana tadi ternyata adalah anaknya. Rombongan yang lain agak lumayan banyak dan ada orang Indonesianya tapi berhubung mrk on big tour kami nggak nyapa juga. Asyik berdua aja.


Selesai welcome drink, kami turun ke dek bawah untuk makan. Luckily, meja gw sama suami deket banget sama meja buffet. So it was fun & deket banget sama sumber makanan hehehe.. Makanannya banyaaak dan macem2. Mulai dari masakan barat sama asia juga ada. Sushi Sashimi ada, udang tentu saja lebih dulu abis, home made sausage buatan si owner, salad, kue, pudding dan sebagainya. Lengkap deh, dan rasanya semua enak. Kata suami gw, "Mau haram mau nggak, dinner cruise ini mahal. Aku harus makan semuanya." hehehe.. sip dah, bang!

Selama makan juga kita dientertain lho, selain ada home band, tari kipas, pertunjukan sulap, tari lilin sama pertunjukan musikal dari batu2an kuno yang kalau dipukul bisa menghasilkan harmoni suara yang ciamik banget. Ngobrol2 sama ownernya, dia bilang skr orang luar susah berbisnis disini. Yah namanya juga negara komunis, no wonder mrk protektif banget sama resource dalam negerinya. Skr ini pemerintah sudah tidak mengeluarkan ijin untuk cruise semacam ini. Dan memang iya, cuma kapal Bonsai yang berlayar malam itu. Ternyata kapal2 besar yang kami lihat itu cuma sandar saja, tidak cruising.
Dia bilang, rata2 pekerja disini orang Philipine lho. Saya nggak suka mempekerjakan orang Vietnam. Mereka itu banyak maunya tapi skr juga pekerja2 saya suka dipersulit bekerja disini. Buat saya tidak apa - apa jika pemerintah mempersulit ijin bisnis ini, artinya saya kan tidak punya pesaing tapi yang bikin pusing, saya juga tidak ingin kehilangan pekerja2 saya. Yah om.. anda curhat ke orang yang salah hehehe..
Cruisenya kira2 dua jam dan kami kembali sandar di pier yang susah dicari itu.. Berhubung sudah jam sembilan dan kami berdua capek (plus kenyang tentu saja), kami memutuskan untuk naik taksi ke Ben Thanh krn gw ngiler pingin makan kerang yang kmrn sebelum balik ke hotel. Kali ini ada kerang madu seharga 15rb VND satunya. Enak banget, tapi bikin hmm apa ya bahasanya?? "bergairah", maybe?

Ho Chi Minh - Mekong River Delta Adventure

0
COM
Hari kedua kami di HCMC diisi dengan tur ke Mekong River Delta. Pagi2 pas sarapan dah titip sama reception kalau gw lagi nunggu guide dari Intrepid Indochina. Habis makan, dia ternyata udah nunggu di lobi. Miss THI (dia ngejanya ti - heich - ay). Dohh.. mirip banget sama San Chay nya Meteor Garden hehehe.. tipikal cewek Indochina banget deh. She said, "We'll pick two friends first." Ternyata teman2 yang dimaksud pasangan suami istri yang dah pensiun, Ben & Sabane dari Hungaria yang parahnyaaaa GA BISA BAHASA INGGRIS ahahaha.. ngeri banget deh, si Miss Thi aja sampe garuk2 pala melulu gara2 susah ngejelasinnya.

Kita akan lewat highway ke Mekong nya. Dan ohhh jangan ngebayangin jalan tol mulus & lancar macem tol cikampek gitu ya. Highway yg dimaksud ini cuma jalan beton gwedehe (kira2 12 lane bolak balik) yang boleh dipake sama semua orang, termasuk motor2 biang macet itu. So ceritanya pemerintah membangun jalan raya itu sebagai infrastruktur untuk mendorong pembangunan. Selama pembangunannya, orang2 pada bikin rumah disitu, mostly sih warung2 makan buat melayani pekerja2 pembangun jalan. Lama2 jadi pemukiman dan skr pemerintah kesulitan buat menggusur mereka, duh.. ga jauh beda banget ya sama Indonesia :D

Sepanjang jalan kita melihat rata2 rumah2 disana tuh mungil2 tapi tinggi ke atas. Palingan lebar rumahnya 5 meter tapi bisa empat - lima lantai keatas. Miss Thi bilang, cuma orang2 yang sangat kaya yang bisa punya mobil. Bisa dilihat dari jarangnya rumah yang punya garasi mobil. Kalau masyarakat menengah bisa dilihat dari harga motornya yang lebih mahal, that's all. Di tengah jalan sempat mampir dulu ke sawah. Buat Ben & Sabane sih asik2 aja, buat kita mah.. biasa. Ah yaa.. trus dijalan juga diajarin tiga frase dasar dalam bahasa Vietnam. They are:

Hello : Sing Chyaw
Sorry: Sing Loiiyyy
Thank You : Gam En(g)

Ini bener2 cara ngucapinnya ya dalam lafal Indonesia. Kalau yang Thank You itu ada slightly "eng" nya diujung tenggorokan. Kalau yang sorry.. kalian harus bener2 menyanyikan nadanya supaya seperti itu hehehe..

Ga berapa lama, nyampe ke dermaga penyebrangan. Kita dapet satu kapal diisi berenam. Gw + Suami, Ben + Sabane sama Miss Thi & kakek2 yang nyetir boatnya. Sungai Mekong itu gwedheee.. Mungkin gedenya bisa disamain dengan Sungai Kapuas. Ditengah jalan Ben dikasih kesempatan untuk nyetir kapalnya. Don't worry, it's safe cuma jadinya lucu aja hihihi..


Di Mekong Delta ini ada beberapa pulau besar, yaitu Turtle Island, Dragon Island, Unicorn Island & Ben Tre Island. Tujuan pertama kita adalah Turtle Island. Disana kita jalan kaki melintasi pemukiman penduduk Mekong. Rumah2nya sih mirip lah sama rumah di kampung sini. Biasanya terbagi atas tiga ruang. Kanan untuk kaum lelaki, tengah untuk berkumpul dan tamu lalu bagian kiri untuk kaum perempuan. One house can be used by several generations. Ruang tengahnya biasa berisi meja kursi tamu dan altar pemujaan. Miss Thi bilang, hati2 dengan sandungan di depan pintu. Dia cerita, ini supaya yang datang ke rumah itu, datang dengan kepala menunduk sebab didepan pintu ada altar pemujaan. Kalau datangnya sompral, biasanya bakalan kesandung.


Trus jalan lagi, Miss Thi mampir ke gerai buah. Oh ya, selama jalan kaki ini, banyak lho gerai2 yang jualan oleh2 Mekong. Jangan beli permen kelapa disini yah. Miss Thi membelikan kita empat buah jambu air sama beberapa buah lengkeng. Mostly sih buah2nya ada juga kok di Indonesia. Sambil jalan juga kita boleh metik lengkeng yang tumbuh berserak di Turtle Island itu. Yang gw perhatiin, pulau ini rameee banget. Padahal itu hari kerja lho (Kamis), dan ini berarti Vietnam berhasil menjual pariwisatanya. Harusnya pemerintah Indonesia sadar nih kalau kita dah mulai ketinggalan sama Vietnam.


Lalu kita mampir ke peternakan lebah. Well, ga diliatin peternakan gedenya sih. Kami cuma mampir ke semacam warung, duduk di meja bunder rame2 sambil disajikan teh dan beberapa produk madu. Sempet juga di bolehin ngicip madu langsung dari sarangnya. Kalau cemilan sih, kita disajikan sample manisan jahe, biji bunga teratai, manisan kelapa, pisang sama nougat kacang. Kami beli manisan jahe (enak banget) sama biji bunga teratai. Dikasih juga arak beras, arak pisang & arak pisang plus herbal. Don't try the one with herbal, it's awful! No wonder, pulang dari sini gw ga hamil.. Makanannya haram semua sih hehehe..


Miss Thi kemudian ngajak kita ngafe ala Mekong. Jangan ngebayangin jedung2 musik trance yah. Ini juga sebenernya cuma tempat nongkrong. Kami disajikan buah2an lokal macem lengkeng, buah naga, pisang, pepaya sama nanas. Oh, dan teh dalam gelas2 kecil. Ada juga sekelompok penyanyi tradisional yang nyanyiin lagu2 Viet dengan mendayu2, ada juga lagu "kalau kau senang hati tepuk tangan.. plok plok". You knoww.. the Viet version hehehe.. lucu banget sama terakhir, tentu saja Auld Lang Syne. Kami berempat ketawa2 karena siapa sih yg ga kenal lagu itu, but this time, it's in Viet. Mbak2 yang nyanyinya pake baju transparan berpotongan dada rendah. Ada lho turis2 dari Philipine yang gatel ngerangkul mbaknya trus di poto. Kata Miss Thi, itulah perbedaan antara gadis petani & gadis kota. Ao Dai gadis petani dibikin lebih simple, praktis dan lebih pendek karena mereka harus ke sawah. Celana nya pun rata2 berwarna hitam biar bisa mingle sama lumpur sawah.


Jalan lagi, kami ketemu dermaga tempat kami akan menyusuri sungai kecil. Ini yang disebut sama Mekong River cruise. Cuma sebentar kok, palingan juga 10 menit saja. Boatnya kecil dan bener2 pas buat 4-6 tamu. Di depan sama belakangnya ada pengendali kapal. Ada cerita lucu nih, suami kan merokok sepanjang boat ride ini, trus pada saat habis, dia matiin lalu dibungkus dan dibawa sama dia (ga dibuang ke sungai). Abang2 dibelakangnya langsung nepuk2 pundaknya sambil ngacungin jempol. Wah, ternyata kesadaran masyarakat sana untuk menjaga sungainya bagus banget ya? And I may say, memang ga ada sampah yang ngambang disitu. Pas hampir sampai di tujuan, Miss Thi bilang, "Ada yang punya uang kecil?" Kita masing2 ngumpulin sampai tercapai 20rb VND. Trus dia bilang sama Sabane, "Please give this to the boat woman and say Gam En." Maksudnya ngasih tips.

Diujung sungai kita ketemu sama bapak2 yang nganter kami dengan boat pertama kali. Gw inget skr, namanya Shin. Kami diantar ke Pulau Unicorn tempat pembuatan permen kelapa khas Mekong itu. Proses membuatnya tergambar di foto dibawah ini yaa..


Disana juga dijual langsung permen2 kelapa itu seharga 20rb VND sebungkus atau 10rb IDR. Ada lima rasa, original, pandan, coklat, durian sama kacang. This is good, enak banget deh. Beli 5 gratis 1, gw sama suami langsung beli 10 bungkus gratis 2. Selesainya, sama Miss Thi dikasih nyoba arak kelapa, which is very good by the way. Gw cuma minum satu sloki aja sementara mrk minum lagi sambil toast. Gitu tuh toastnya. Kita harus bilang, "Yoh! Yoh! Yooooohh!" ahahaha.. lucu banget.


Abis dari sini kami diajak ke Pulau Ben Tre buat makan di resto Diem Truong. Makanannya ga bikin kenyang krn memang ky semacam show case aja. Banyak jenis tapi porsinya ga banyak. Lumayan lah. Selesai makan? Pulang ke hotel dong! Lanjut ke Bonsai Dinner Cruise yaa..

Oleh - oleh Vietnam

0
COM












Daftar Harga:
  1. Patung Vietnamese Lady warna Orange: VND 80,000 [dua pc]
  2. Patung Vietnamese Lady Bronze : VND 120,000 [dua pc]
  3. Kopi, bervariasi mulai dari VND 25,000
  4. Tempelan kulkas satu paket isi 3 : VND 15,000
  5. Table runner sutera: VND 500,000
  6. Taplak meja bordir: VND 200,000 [dua pc]
  7. Selimut penyu: VND 140,000
  8. Manisan kelapa dan biji bunga teratai dua2nya VND 40,000
  9. Patung Hwang Yu: VND 300,000
  10. Permen kelapa masing masing VND 20,000 (beli lima gratis 1)
  11. Emblem palu arit VND 20,000 per piece
Currency ratenya kira2 antara 1/2 sampai 2/3 rupiah. Misalnya 20,000 VND kira2 sama dengan 10,000 IDR

Ho Chi Minh, Day 1 - City Tour

0
COM
Lanjutan dari bagian 1...

Beberes bentar (baru jam 11an), mandi trus bersiap cari makanan. Kemana? Mana aja yang mengarah ke mesjid. Emang gw udah ky semacam "janji" kudu solat di mesjid sana. Ga tau gimana caranya, my husband do the map reading if you're concerned - thank you. Tiba2 aja kita udah ada di Duong Pasteur. Duong = jalan. Ketemu resto yang chic banget, namanya Quan An Ngon. Tempatnya cozy dan emang rame banget didatangin orang - orang yang makan siang. Tatanan makanannya mengingatkan gw sama Ampera. Eh eh.. disini ada mas mas mukanya jawaa banget.. mau gw poto tapi susah banget nangkepnya secara doi lincah bener begerak kesana kemari. Gw pesen something with siput, suami gw juga ternyata. Trus pesen Ban Xeo.. Kalo ini ky crepes yang diisi lauk.


Ga lama, pesenan dateng.. kita makan dengan lahap pas giliran makan Ban Xeo.. ow ow.. there's piggy meat in it. Seraaamm.. FYI, Quan An Ngon ini banyak makanan babinya ya.. Mind your stomach if you're not okay with it. We don't eat pork but personally don't mind sharing the kitchen utensils. Selesai makan, yang mana ga kenyang tapi it's okay karena emang niat kita cuma mau icip2 kok, kita jalan lagi. Di Ho Chi Minh nih.. biar kata kotanya bersiiihh.. tapi cablingnya berantakan banget. Bikin serem deh, lebih parah daripada Jakarta. Udah gitu.. pengendara motornya juga bikin stress, ga peduli sama trotoar, pejalan kaki.. wah, ati2 deh pokoknya.



Dari Pasteur kita ke Dong Khoi.. Ini kawasan trendinya mereka. Sepanjang gw city tour, ditempat inilah bisa ditemui jajanan non komunis semacam Gucci, Louis Vuitton, Burberry.. etc.. So, siapa bilang negara komunis ga suka branded things?

Walaupun menurut informasi yang gw denger pajaknya naujubile mahalnye.. Di jalan ini juga gw ngelewatin Municipal Theatre, Fahasa Book Store dan beberapa mol. Diseberang Theatre/ Opera House ada satu taman yang diisi dengan propaganda pemerintah, intinya sih cuma menjelaskan perjuangan masa lalu dan keberhasilan yang sudah diraih pemerintah. Belok kiri di Sheraton.. jalan dikit ketemu deh Masjid Raya Saigon. Walaupun dibilang Raya, masjid biru ini ga gitu gede.. Malah gedean masjid Darul Hikam di deket rumah gw. FYI, di sekeliling Saigon cuma ada dua mesjid, yang satu lagi rada jauh. Nah, buat yang sensitif sama babi, di jalan ini ada dua restoran halal. Yang satu persis di depan mesjid, yang satu diseberangnya Sheraton.


Dari mesjid kita balik arah ke Dong Khoi lagi, dimana ketemu mobil sinting yang mau masuk ke Sheraton. Belok kanan, nyebrang jalan trus nemu Money Changer. Gw mutusin buat nuker 200 dolar disini buat belanja. Pengalaman nuker dolar, disini nih rate yang paling ciamik, nanti walaupun di Ben Thanh ada penukaran uang, sebaiknya ga nuker disana yah. Lalu nyusurin jalan Le Loi, ketemu Saigon Centre (mol juga) tapi ga minat masuk, cuma lewat doang dan wooww.. jalan ini berakhir di Ben Thanh Market dan wow lagii.. langsung ketemu sama Pho 2000, "The Pho For President." Sombong banget deh hehee.. maklum langanannya Bill Clinton. Gw sama suami sama2 pesen Pho Bo (daging) sama lumpia udang. Ini enaaak banget.. beneran deh.. let me say it again, enaaaaakk banget. You should go there. Berapa habisnya? Rata2 sih kita kl makan di sana abis sekitar 150rb VND, di Quan An Ngon juga segitu. Lumayan murah sih kl menurut gw, soalnya 150rb VND itu kira2 sama dengan 80rb IDR. Ets.. tisu basah harganya 2000rb VND yah.. Kalau ga mau bayar, jangan pake.. Gw sih bawa tisu kering + tisu basah + hand sanitizer sendiri dari Jakarta.


Abis dari sini gw belanja dulu beberapa oleh2 di Ben Thanh lalu jalan kaki pulang ke hotel. Sempet bobo siang dulu, baru deh kita jalan malem. Tujuan pertama adalah Notre Dame Cathedral. Sepanjang jalan kesana, kita ngelewatin beberapa taman. Walaupun itu working day (Rabu malam) tapi taman ini penuuuhh banget sama orang2 yang nongkrong. Kayanya Vietnamese itu banyak sosialitanya deh. Mereka seneng banget makan diluar, kongko2.. makanya rata2 resto disini penuh sama orang makan. Dari situ ngelewatin City Hall, foto2 sama patung Uncle Ho yang lagi baca buku sama anak kecil. Disini ada jasa fotonya lho kalau mau, tp kan kita bawa kamera sendiri.




Dari City Hall, kita lewatin Le Loi lagi mengarah ke Ben Thanh Market, iseng aja katanya banyak tempat makan. Sambil jalan, mampir ke Kem Bach Dang.. restoran es krim. Gw dong, pesen yang paling mahal dan paling aneh. Kalau ga salah harganya 52rb VND. Jadi gw dapet 3 scoop ice cream yang dimasukkan ke dalam batok kelapa. Es krim ini dikasih beragam manisan seperti ceremai, nanas, kelapa dll.. trus dikasih buah naga sama semangka diatasnya. Yummy banget deh.. must try yaa.. Omong2 soal kelapa, di Saigon banyak banget yang jualan es kelapa muda. Ga kya di Indonesia, disana batok kelapanya warna putih, dah rapi dikupas kulit luarnya. Ada yang dingin ada yang biasa. Harganya 10rb VND alias 5rb rupiah. Plus, penjual disini agresif, mereka ga akan ragu narik2 tangan loe buat nawarin dagangannya. But they mean no harm, senyum aja trus bilang, "Sorry.."


Dan beneran lhoh Ben Thanh Market emang jadi ky pasar malam gitu, rame banget. Nah.. pas lagi muter2 ga jelas gitu, gw sama suami tiba2 terpaku sama ibu2 yang jualan aneka macam kerang.. kami langsung ngiler. Akhirnya cuma pesen siput rebus sama kerang bulu. Harganya 40rb VND, walaupun gw curiga harusnya bisa lebih murah, mungkin krn kami turis? Tempatnya sederhana banget, cuma dikasih meja kecil sama bangku2 plastik kecil. Siputnya biasa aja.. tapi kerangnyaa.. oh wooww.. enak bangeeettt.. So.. ini kerang masih hidup, dibuka setengah badan, dipanggang diatas bara, dikasih butter sama daun bawang *mungkin ada bumbu rahasianya? Ga tau deh tapi enaaakk.. Buat cocolannya, kita dikasih campuran merica + garam sama ulekan rawit.


Selesai makan.. balik hoteeelll..

Bersambung ke hari kedua....

Ho Chi Minh, Day 1 - Arrival

0
COM
Hari Selasa panik. Karena sibuk banget dengan kerjaan, ada beberapa persiapan yang belum gw kerjain. Pulang ke rumah udah jam setengah 10. Langsung edit Vietnam Guide sama city map. Kenapa city map? Soalnya kita mau ngambil city tour kita sendiri. Kan biar ga nyasar toh? Semua ini baru beres jam 11 malem, tidur, bangun lagi jam 2 pagi. Mandi, ngecek taksi, make sure mereka sudah otw. Kita pesen Gamya nih. Abis pesen Ekspress ngeselin banget sih. Pernah waktu suami mau keluar kota subuh2.. jam 5 baru ngabarin kalau taksinya ga ada. Uuuhh.. langsung panic mode attack, untung depan kompleks Blue Bird suka standby. Oke.. back to Gamya..

Jam 2:45 kita udah ready.. taksi dah dateng. Udah deh, kita berangkat aja, secara juga pesawat jam 05:05 dan serem aja kl proses imigrasi repot, kan kita mau pergi ke negara komunis. Jam 3:30 sudah di bandara. Alhamdulillah dapet driver taksinya baiiikk banget. Suami sih tidur di taksi sementara gw masih ngobrol dengan driver. Imigrasi beres tapi toko2 ga ada yang buka. Boring banget nungguin waktu boardingnya. Suami gw nemu coffee machine di bandara seharga 5000 yang rasanya.. umm.. ga kopi banget gituuu.. Ya sudahlah, ga penting.. cuma lucu2an aja nyobain masukin uang lembaran 5000 rb ke dalam vending mechinenya hehehe.. norak ya?

Nunggu bentar trus boarding, ternyata kita dapet pesawat Boeing 777-200 yang nampaknya transit dari Australia atau Bali. Banyak bule soalnya. Pesawatnya gede dan kita dapet di ekor. Bener bener di ekor soalnya senderan kursi kita nempel ke dinding toilet. Ada tipinya lhoch.. ahahaha *norak lagi deh* tapi sebodo amat ah, wong gw ngantuk, alhasil tidur aja sepanjang jalan. Oh ya, di flight MAS ini banyakan pramugara instead of pramugari. Ada yang ganteng tapi rada yyuukk.. Sarapan kita dikasih ikan gindara sama sayur buncis. Enak sih, tapi suami gw dah ngetekin jatah sarapan gw. Lalu si pramugara nanyain mau minum apa. Suami pilih Orange Juice sementara gw minta susu. Kata si pramugara, "Milk? You want milk?" Dengan muka bingung gw bilang, "Yeah." "Oke, wait a minute, I don't bring it with me now. It's unusual request, Ma'am." Sampe landing di KL tetep aja susunya ga dianterin. Ugh! Suami gw malah mikir2 buat nyolong selimut pesawat tapi gw bilang, "Malu!".. Biariiinn.. ini kan Malaysian Airlines. Tapi akhirnya ga jadi dicolong kok.

Transit di KL, suami udah commit buat "ngebom" dulu wakakaka.. parah banget sih cita2nya. Titipan dari Mr. Herbie tuuhh.. Oh, dan dia berhasil melakukannya sodara2 :D Pindahan gate, gw yang cuma pake legging + batik yang notabene ga pakai logam apapun mentrigger metal detector. Oh,, pernah ga sih gw bilang betapa cintanya gw sama body check. Dimanapun kapanpun gw senang sekali saat metal detector itu berbunyi. Tanpa diminta gw pasti langsung spread my feet and my arms. Kali ini pake di grepe2 dong wahahaha.. APA? Petugasnya cewek, dodol! Masa sih lekong di Malay boleh body check cewek? Pas transit rada ribet tuh, bukan bandaranya soalnya gatenya sebelahan tapi pemerintah Vietnam minta kita buat ngisi Health Certificate yang menyatakan kita bebas dari demam, batuk, pilek, flu, etc. Kynya mrk concern banget sama penularan flu burung dan flu babi. Hebatnya, gw sama suami standby bawa pulpen jadi kita bedua cepet ngisi. Pas baru selesai, disamperin dua orang Irlandia. Sepasang pensiunan dari Dublin yang mau pinjem pulpen. Ribeeet banget krn mungkin ga ngerti. Trus abis itu pulpen gw dipinjem sama anak Chinese. Ngobrol bentar sama pasangan Irlandia ini yang perjalanannya 14 jam dari rumah. Mereka sudah pernah HCMC tiga tahun lalu dan bilang dulu lebih ketat lagi dari sekarang.

Boarding dari KL ke HCMC gw sama suami duduk di 8B-8C dan ternyata anak Chinese yang tadi minjem pulpen duduk di 8A. Ngobrol ternyata dia anak Penang yang lagi kuliah marketing di Melbourne dan mau visit ke temennya di HCMC. Dia cinta banget sama Penang dan ga suka sama Melbourne. Katanya kl malem ga ada kegiatan yang seru selain clubbing dan dia ga suka sama clubbing. Oke oke...

Landing Ho Chi Minh, ternyata cepet banget. Padahal kita baca dimana2 mereka imigrasinya ribet banget. Dan ternyata mereka waktunya tuh WIB, jadi sama dengan di Jakarta. So.. Welcome to Ho Chi Minh City.


Keluar sana kita nuker 100 dolar cuma buat ongkos taksi aja. Money changernya berderet ada empat kalau ga salah. Pilih mana sama aja kok soalnya biarpun keliatan ratenya gede, potongannya bervariasi, Ujung2nya sama aja. Ongkos taksi standar dari bandara ke District 1 itu 120,000 VND atau 8 USD. Pilih taksi resmi yaa.. naik aja Vinasun Taxi. Ini banyak, standar ky Bluebird Indonesia. 30 menit kita sudah sampai di Lan Lan 1 Hotel. Kecepetan sih, so gw bilang sama reception, "I know we're early but can you keep our bags?". Dia bilang, "Wait a minute Ma'am, if we have a room ready, we'll give it to you." And they did. Ahh.. senangnya. Nginep sana dapet kamar di lantai 9 (paling tinggi). Mind you, dimari rata2 hotelnya ga telalu tinggi, mungkin kecuali Rex Hotel yang terkenal banget itu. Pas buka jendela, wow.. Pemandangannya langsung ke Reunificatin Palace. Asik banget ga sih, berasa nginep diseberang Istana Merdeka.

Dari sini.. kita bersiap makan.. Lanjut ke bagian dua yah..

Change of Schedule

0
COM
Jujur aja, gw rada parno soal keberangkatan kita ke Vietnam. I mean kl AirAsia cancel, ga ada cadangan flight lagi. Udah gitu perginya sore pula, gw dah cari2 kombinasi pesawat kita go show in case dia cancel, tetep aja ga ada. Kl cancelnya pagi sih masuk akal. Lagipula we have tour schedule on the go yang pastinya bakalan berantakan once si cancel itu terjadi. Anyway, barusan iseng masuk ke Malaysian Airlines lagi and voila!! Harganya dah balik ke angka USD 117. Langsung buru2 beli deh. Senangnyaaa...

Nah, dengan jadwal pagi, berangkat jam 5 nyampe jam 10 dan segala urusan tetek bengek imigrasi Vietnam yg katanya lelet + ribet (maklum negara komunis), gw expect bisa keluar dari bandara jam 11an. Ke hotel dulu sebentaran naro barang (kalo ada) sambil ngasih waktu ke pihak hotel buat nyiapin kamar kita. Cari tempat makan siang, check in, trus city tour deh sampe malem. Jadi kesimpulannya tour ke ho chi minh ini bukan tur elit, juga bukan backpacker style. Kl gw bilangnya, tur bintang 3 :D

Mudah - mudahan

0
COM
Duuuhhh.. sumpah nih deg2an banget, takut AirAsia batal terbang hari Rabu nanti. Masalahnya, kl dia cancel, next flight cuma ada hari Jumat, sementara Jumat udah jadwal pulang. Gw ga kuatir soal pulangnya krn walaupun cancel, AirAsia masih ada flight di Sabtu, Minggu dan Seninnya. Banyak opsi toh? Sementara kalau gw cancel berangkat, berantakan deh tu semua jadwal. Akhirnya kemarin memutuskan untuk booking Malaysian Airlines seharga USD 117/ orang (one way) yang mana sangat amat disayangkan soalnya gw lupa bawa credit card Permata gw. Dan pagi ini, jam 07:35, harganya dah berubah jadi USD 230/ orang. T_T

Bleh!

Itinerary Beres!!

2
COM
Oke.... setelah pembatalan tur kita sama weddingku.com yang pelit luar biasa (huh!). Gw akhirnya mudeng2 nyari hotel dan tour sendiri buat jalan - jalan ke Ho Chi Minh, Vietnam. Ini nih hasil keputusannya:

Flight: AirAsia Indonesia Rp. 1,620,000
Ini tiket berdua bolak balik. Udah ekstra bagasi 30kg sama pemilihan hot seat pas pulangnya. Mari berharap tidak terjadi pembatalan (delay no problem tapi jangan cancel). Saking deg2an nya, gw sampe nyari2 cadangan flight buat berangkatnya. Yang paling murah Malaysian Airlines seharga USD 117 per orang sekali jalan, berangkat jam 6 pagi nyampe jam 10. Enak sih bisa jalan2 dulu paginya ndak ky AirAsia yang nyampe jam 7 malem. Tapi kok ya mahal banget. Kmrn ngobrol sama Mommy Molly, berharap bisa ketemu Mas Ade tapi tnyata desye dah balik ke Bali. Pingin nanya performance yang flight ke Saigon tuh apa kabarnya? Bismillah aja deh yaa..

Hotel: Lan Lan 1 Hotel *** USD 50/night
Sama ky waktu gw pesen Rendezvous di Singapore awal taun ini (Februari), gw pun pesen hotel di Agoda.com. Pelayanannya bagus kok dan harganya bisa banget diadu. Hotel ini located di District 1 (bener2 pusat kota) dan deket kemana2. That's why gw memutuskan untuk ga ngambil city tour karena object2 wisata yang disebutkan di City Tour semuanya within walking distant. Besides, hotelnya masih baru (dibangun taun 2009) dan cuma 5 kilometer ke bandara. Ada sih satu opsi lagi di hotel Lavender yang juga baru (2008) tapi ini lebih mahal hotelnya. Gw pesen tiga malem karena AirAsia brangkat jam 20:05 dan gw ga bisa late checkout kalo sampe jam 6 (iihh.. loe kate hotel jam2an). Oke, buat ilustrasi, ni denah nya Lan Lan 1 Hotel.

Keterangan
  1. Lan Lan 1 Hotel
  2. War Remants Museum
  3. Reunification Palace
  4. Lhoo.. nomer empat ga ada??
  5. Notredame Cathedral
  6. Ben Thanh Market (ada Pho 2000 deket2 sini), must visit!
  7. Saigon Bus station

Tour:
Mekong Delta USD 35/ person
Semua tur kita pesen via Viator.com jadi gw cukup yakin mereka bisa dipercaya, apalagi ternyata operator tournya Intrepid Indochina dan Buffalo Tours. Ini tur seharian, keluar kota Saigon sekitar 2,5 jam. Bhubung males nyeritainnya, please do click the link, semua lengkap disana. Peraturan khusus, lutut dan bahu harus tertutup. Memang masyarakat Saigon masih konservatif, and definitely no PDA (public display of affection). Holding hands is understandable while hugging and kissing is frowned upon.

Cruise: Bonsai Dinner Cruise USD 43,75/ person
Nah.. ini nih yg kmrn ditawarin buat upgrade sama orang Weddingku. Sebenernya ini cuma nice to have tour sih but kapan lagi bisa makan various Vietnamese cuisine in one occasion? Ini buffet dinner soalnya. Dan gw expect bisa icip2 beragam makanan Viet disini. Kata orang WK juga cruise ini lebih luxurious. Nah, mari berharap saat2 yang menyenangkan disini.

Tour: Cu Chi Tunnels USD 25/ person
Kalau ke Ho Chi Minh, Cu Chi tunnel ini must visit deh. Ini adalah rangkaian terowongan bawah tanah yang dipakai sama orang2 Vietcong jaman dulu waktu perang Vietnam. Tur ini cuma gw ambil setengah hari.

Sisa waktu setengah hari sebelum departure gw akan pake buat jalan2 ke War Remnants Museum, Reunification Palace, Notre Dame Cathedral, lalu lanjut shopping ke Ben Thanh Market. Sengaja shopping di saat2 terakhir supaya yakin duitnya available. Target oleh2 permen kelapa (beli di Mekong) sama kopi (beli di Ben Thanh). Official taxi is Vinasun or Vinataxi. Kalau memungkinkan beli sutra sama Ao Dai (topi caping pak taninya orang Vietnam). Luckily, walaupun beli turnya pakai dolar, please do remember rupiah sedang menguat saat ini. Untungnya gw pake Permata Visa yang kena ratenya cuma 9637 rupiah, instead of HSBC yang 10350 (hellooo??) Next time kalo belanja international online, pake CC lokal aja deh. Lebih masuk akal exchange ratenya.

Oke, coba kita recap yaa..

Hotel 150 1.445.550
Mekong Delta Discovery 70 674.590
Ho Chi Minh City Bonsai Dinner Cruise on Saigon River 87,5 843.256
Cu Chi Tunnels Adventure Tour 50 481.850
Plane 0 1.620.000

Untuk hotel dan tur totalnya = IDR 3,445,246 = USD 357,5

Coba bandingkan dengan penawaran WK yang USD 510 (dan dia hotelnya cuma dua malem lho). Segini aja gw dah ngirit USD 150. Kalau nginepnya dua malem, gw cuma kena USD 307,5 - yang artinya berhemat USD 200. Total2 gw kena IDR 5,065,246 dah sama flight. Makanya waktu Papi Molly kemarin nanya (desye pernah di Vietnam lho dan bilang disana itu bagus banget), kenapa ga ke Lombok aja? Lha, mendingan ke Vietnam kali, masih lebih murah daripada ke Lombok kan? Besides, we can go to Lombok almost anytime, ke Vietnam kan nggak. Plus, tempatnya "aneh" ga kaya Thailand yang dah crowded banget sama turis. That's why, people, gw ga akan pernah intentionally tertarik untuk tur ke Malaysia. Ga ada bedanya dengan pergi ke Padang, ketemunya Malay lagii.. Malay lagii hehehehe..

Anyway, wish us a very good luck supaya AirAsianya ga cancel yaa..

Mengurus Sendiri Sajah

0
COM
Dari itinerary yang ditawarkan weddingku, mereka offer untuk upgrade makan malam hari kedua ke Bonsai Dinner Cruise seharga USD 25 per pax. Jadi jatuhnya USD 230 + USD 25 = USD 255 per orang = 510 berdua. Berhubung gw akan bayar cash dengan bank note USD, gw bilang, buletin aja ke 250 jadi gw bisa ambil bank note 500 dan ga repot dengan kelebihan 10 dolarnya. Boleh dong minta diskon segitu? Cuma 2% aja lho. Ehh.. Mbak Mei nya bilang harganya udah fix, ga boleh ditawar lagi. Gw langsung kecewa. Gw cancel deh.

Okay, gw memang terkenal as a customer service nightmare tapi gw minta disc 10 dolar = 98,000 (kurs hari ini via KlikBCA) = 2% dari harga jual bukan sesuatu yang berlebihan. Bukan karena gw pelit atau apa, cuma males aja ribet bayar 10 dolarnya itu. Toh juga gw yakin mereka ga rugi banyak cuma kehilangan 10 dolar aja. Gw udah cari2 di Viator.com, dengan itinerary yang sama persis (plus Bonsai Dinner Cruise), pokoknya plek plek sama persis dengan itinerary nya weddingku, gw cuma kena 394 dolar. 400 deh.. Selisihnya aja udah 100 dolar sendiri. Begitu tau ini, langsung gw cancel weddingkunya. Bukannya gw ga mampu bayarnya, Insya Allah duitnya ada, tp yang bikin gw kecewa tuh, kok ya mereka ga punya keinginan untuk memberi sedikit kemudahan buat customer?

Udah gituuuuuuuu... iseng2 ngelirik airasia.com dan ternyataaa harga tiketnya udah balik ke 199,000 (gw kmrn kena yang 265rb). Ya emang sih ditotal tiket pp berdua cuma selisih 264rb tapi kaann.. tapi kaannn.. huhuhu.. ah gpp deh yaa.. yg penting tiket udah di tangan. Skr tinggal mikirin tur aja. Hotel, as usual, pengalaman pergi ke Singapur kmrn, kita pake Agoda.com aja. Nginep di Lavender yang hanya 56 dolar saja. Tapi besok tetep jadi ambil dolar deh, tanggung dah ijin ke Pak Erik, toh kalau perlu buat bayar2 kan bisa gw masukin lagi ke bank :D

Dia Dataaaanggg

0
COM
Lg siap2 berangkat ke AirAsia Kelapa Gading, tiba2 merasakan sesuatu yang familiar. Dah buka mobil, ngabur dulu ke toilet lantai 3 and yess... akhirnya segalanya menjadi jelas. Aku belum hamil bulan iniii.. Luckily, kmrn kita nekat aja ngerencanain jalan2 ke Vietnam :) Artinya masih bisa nerusin fitness buat mempersiapkan berat badan awal sebelum hamil. Artinya bisa minum tengah hari bolong. Artinya masih bisa mamam oyster hehehe.. waaawwww... aku positip sekali yaa..

Oh yaa.. ternyata kalau beli tiket di counter AirAsia, kita kena charge tambahan 25rb per tiket. Gpp deh, jadinya gw kan bisa bayar tunai dan ga membebani kartu kredit gw. Beres beres.. ternyata menderas si tamu. Tadinya mau mitain kado buat ponakan gw di MKG tapi ah, udah ga nyaman aja rasanya lalu mutusin balik kantor aja. Lagi mau belok ke arah mmm.. jalan apa namanya tuh? Gading Nias ya? Ngeliat circle K sebelahan sama Bank Niaga. Well, ga sebelahan sih, terpisah sama satu salon. Gw parkir depan salon, ke Circle K beli pembalut sama susu trus ke Niaga buat ngambil duit buat ngangpaw si mamah.

Anyway.. ngomongin soal ngangpaw mengangpaw, dah btahun2 gw selalu nyiapin THR lebaran buat nyokap, nenek ma adek2 gw. Setelah merit gw juga jadi nyiapin angpaw buat mertua. Yah.. berhubung suami gw ga dapet THR dari kantornya (macam mana tu???) keputusan dan tanggungjawab angpaw ada di tangan gw. Yah, anggap aja bagi2 rejeki kan ya? Tahun ini sama seperti tahun lalu nuker ke Om Wid uang receh 2000an sama 5000an segepok. Lalu pas ke Niaga ini, ATM nya error jadi gw ngambil ke counter. Ehhh.. malah ditawarin uang 20,000an baru. Ambiiilll.. hauahahaha.. Gw nanya masih ada 2000an nggak? Kata Mbak nya, kita udah minta tapi sama BI nya dibilangin kosong. Padahal di calo tu 2000an btebaran banyak bener. Yah.. gw ngerti sih, palingan BI cuma pingin supaya uangnya cepet muter di masyarakat supaya sektor riil nya juga cepet bergerak. Gpp lah.

Pulang kantor jemput suami dulu soalnya ada janji mau bukber di Paregu Wahid Hasyim. Alhamdulillah kali ini minus chorira sama acit, semuanya bisa ngumpul bahkan Ike yang bisanya pulang malem karena natura kerjanya sebagai auditor. Omen aja baru nyampe dari bandara, Desi lari2 dari Bekasi trus misuh2 gara2 rencana kawinannya di sabotase semua sama keluarga suaminya :). It was a fun night, gw kekenyangan sampe krubuk2 malemnya kembung hehehe..

Merencanakan Liburan

0
COM
Setelah ragu2 pergi atau nggak apalagi menanti hasil yang ga jelas dari perbuatan kami akhirnya diputuskan kami akan tetap pergi liburan. Hamil ataupun belum hamil. Horeeeee...

Ini gara2 bete setelah gw posting yang ini, gw testpack dan hasilnyaaa.. jeng jeng.. negatip sedangkan hari ini aja gw masih belum mens padahal udah dipancing2 pake XXX super dahsyat jiaaakakakaka.. sorry sorry.. back to topik. Udah deh baby.. kita pergi aja, apapun nanti hasilnya :D Cari2 tiket.. hwaaa.. airasia dah ga ada yang 199rb lagi. Adanya yang 265rb. Ya udahlah kita ambil yang itu aja. Trus sempet deg2an gara2 you know.. AirAsia kan sering banget trouble gituu.. tp kt orang2 sih kl keluar negeri dia kinerja nya lumayan bagus kok. Amin. Mudah2an begitu.

Lalu laluuu.. saya menghubungi Weddingku.com untuk ngambil paket tur ke Ho Chi Minh alias Saigon. Ini nih itinerarynya. Per pax harganya USD 230 udah termasuk nginep di hotel bintang tiga, tour dua hari ke Cu Chi dan Mekong River Delta sama Full Board Meal (and it means makan pagi sampe malem). Gw sempet ngitung2 sih.. ternyata ya emang segituan kalau kita beli retail juga.

Kalau tempat2 wisatanya sih gw ga kuatir, yang bikin waswas tuh
  1. Public transportation. Gw ga tau bentuknya gimana, ga kaya di SIN yang MRT nya bisa banget diandelin. Buktinya kmrn pertama kali ke SIN, sendiri, muter2in tu negara seuprit aku tak tersasar sedikitpun. Bahkan ke Sin Huat yang tricky banget masuk2 ke Geylang yang penuh ayam2 mencari mangsa.
  2. Bahasa. Mmm.. bukannya underestimate Vietnamese yaa.. tapi gw kok punya feeling mereka ga oke2 banget inglisnya. Udah gituu.. ga bisa nebak2 soalnya bahasanya jauh beda banget sama kita.
  3. Makanan. Okeh.. ga jadi kuatir deh, ini mah surga buat suami gw.
  4. Tingkat kejahatan. Takut ditembak sama supir taksi hehehe.. takut ditipu orang, diboongin trus dirampok. *amit2.. mudah2an nggak deh.
  5. Suami gw. Kenapa kuatir? Well, suami gw ituuu *hohoho* adalah teman perjalanan yang tidak menyenangkan. I mean, he's not adventurous. Trus, gampang banget bete yang mana akhirnya bikin gw bete juga. Ky kmrn waktu terakhir jalan2 ke Bandung. Ditanya mau kemana, terserah gw. Makan dimana, terserah gw juga. Ngintil doang, minus inisiatip dan antusiasme. Mendingan gw jalan sendiri aja, apa2 gw yang mutusin sendiri tapi ga bawa2 beban yang grumpy. weeeekkkk..
Jadi pada akhirnya gw memutuskan untuk ngambil paket dari Weddingku itu. Now, you better behave yourself, baby. Kalau nggak aku akan berpikir seribu kali untuk liburan sama kamu lagi. Mending liburan sendiri tauuuuukkkk.. hehehehhe..

Kemarin SMSan sama Rainy yang nopember juga mau ke Nam. Gw agak kuatir sih secara dia mau backpack style sama temen ceweknya. Mudah2an ga ada yang aneh2 deh yaa.. Tiket besok di bayar. Weddingku nya minggu depan aja, toh masih bisa confirm booking sampe 28 September. Hmm.. browsing2 Vietnam nih..

Vietnam, anybody?

0
COM
Now, gara2 gw liat AirAsia lagi promo penerbangan rute baru Jakarta - Ho Chi Minh city, gw jadi sangat.. sangat berminat buat jalan2 kesana. Berdua abis 6 juta deh 3 hari 2 malem including tiket pesawat, hotel bintang tiga dan tur ke Cu Chi. Kalau sampai lebaran gw belum hamil juga, off we go ya, baby..